Prosiding PITNAS Widyaiswara https://ejournal.iwi.or.id/ojs/index.php/pitnas2024 e-Prosiding PITNAS Widyaiswara 2024 Asosiasi Profesi Widyaiswara Indonesia (APWI) en-US Prosiding PITNAS Widyaiswara Transformasi Pengembangan Kompetensi Trainer Sektor Publik: Analisis Bibliometrik tentang Digitalisasi, Inklusivitas, dan Keberlanjutan (2014–2024) https://ejournal.iwi.or.id/ojs/index.php/pitnas2024/article/view/336 <table> <tbody> <tr> <td> <p>Transformasi pengembangan kompetensi trainer sektor publik semakin relevan di era digital yang menuntut inovasi, inklusivitas, dan keberlanjutan. Meski demikian, penelitian global tentang isu ini masih terfragmentasi dan belum memberikan gambaran komprehensif mengenai tren maupun kesenjangan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan lanskap publikasi ilmiah terkait pengembangan kompetensi trainer sektor publik pada periode 2014–2024. Data diambil dari basis Scopus dengan total 4.720 dokumen, kemudian dianalisis menggunakan metode bibliometrik dengan bantuan perangkat lunak VOSviewer dan pendekatan PRISMA untuk seleksi publikasi relevan. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan publikasi terutama pasca pandemi COVID-19, menandai akselerasi digitalisasi pelatihan. Amerika Serikat, Inggris, dan Australia menjadi kontributor utama, sementara negara Asia seperti Indonesia, India, dan Tiongkok mulai menunjukkan keterlibatan yang meningkat meski masih terbatas pada jejaring kolaborasi global. Analisis kata kunci mengidentifikasi dominasi istilah <em>training</em> dan <em>education</em> yang beririsan dengan subtema <em>digital literacy</em>, <em>simulation</em>, <em>interprofessional education</em>, dan <em>curriculum innovation</em>. Visualisasi ko-okurensi menghasilkan lima klaster besar: (1) inovasi kurikulum dan pembelajaran, (2) digitalisasi dan pembelajaran adaptif, (3) kompetensi abad ke-21, (4) kebijakan publik dan inklusivitas, serta (5) pendidikan teknis dan vokasi. Temuan ini menegaskan adanya transformasi paradigma dari model pelatihan tradisional menuju pendekatan multidisipliner yang menekankan digitalisasi, inklusivitas, dan keberlanjutan. Rekomendasi kebijakan diarahkan pada penguatan <em>continuous professional development</em> (CPD) ASN, perluasan MOOC dan <em>blended learning</em>, serta pengintegrasian isu keberlanjutan dan inklusivitas ke dalam kurikulum pelatihan publik di Indonesia.</p> </td> </tr> </tbody> </table> Nuraini Copyright (c) 2025 Prosiding PITNAS Widyaiswara 2025-12-09 2025-12-09 1 1 1 23 Peran Strategis Widyaiswara dalam Akselerasi Pembangunan Zona Integritas–WBBM: Studi Kasus PPSDM Kemendikdasmen Tahun 2023-2024 https://ejournal.iwi.or.id/ojs/index.php/pitnas2024/article/view/337 <table> <tbody> <tr> <td> <p>Transformasi birokrasi di lembaga pelatihan menuntut hadirnya agen perubahan yang mampu menerjemahkan kebijakan integritas ke dalam praktik nyata. Di lembaga pelatihan, peran widyaiswara menjadi krusial, tidak hanya sebagai instruktur tetapi juga sebagai perancang kurikulum, penggerak pelatihan, dan teladan integritas. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi widyaiswara sebagai agen perubahan dalam mengakselerasi implementasi pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di PPSDM Kemendikdasmen. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan sumber data berupa dokumen kelembagaan (LKE ZI, laporan bangkom, laporan agen perubahan, dan laporan kemajuan ZI), serta data survei eksternal (SPKP dan SPAK) yang dianalisis secara triangulatif dengan PermenPANRB Nomor 90 Tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa widyaiswara memiliki kontribusi multifaset: (1) instruksional, melalui pengembangan kurikulum dan pelaksanaan berbagai pelatihan strategis yang memperkuat kapasitas ASN; (2) digitalisasi pembelajaran, dengan pemanfaatan platform Wiyata Kinarya dan integrasi sistem administrasi pelatihan; (3) pembentukan budaya kerja, melalui keteladanan dan internalisasi nilai anti-korupsi; (4) penguatan layanan publik inklusif yang ramah disabilitas; serta (5) pengawalan monitoring-evaluasi rencana aksi ZI. Data survei eksternal menunjukkan capaian Indeks Persepsi Kualitas Pelayanan (IPKP) sebesar 3,76 dan Indeks Persepsi Anti-Korupsi (IPAK) sebesar 3,92, melampaui ambang batas 3,60. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa akselerasi implementasi ZI di PPSDM Kemendikdasmen sangat dipengaruhi oleh kiprah widyaiswara sebagai agen perubahan strategis. Rekomendasi yang diajukan meliputi penguatan kapasitas dan kelembagaan peran widyaiswara, penyempurnaan kurikulum pelatihan berbasis kebutuhan organisasi, serta penguatan strategi komunikasi publik agar inovasi ZI berkelanjutan dan terukur. Temuan penting bahwa peran widyaiswara sebagai agen perubahan bukan hanya instruksional, tetapi strategis untuk memadukan reformasi birokrasi dengan praktik pembelajaran dan layanan publik.</p> </td> </tr> </tbody> </table> Novia Nurul Badi’ah Copyright (c) 2025 Prosiding PITNAS Widyaiswara 2025-12-09 2025-12-09 1 1 24 30 Mengakselerasi Kompetensi Guru Indonesia melalui Model Pelatihan Guru Berbasis Personalized Learning: Analisis Reflektif Transcontinental Training Australia–Indonesia) https://ejournal.iwi.or.id/ojs/index.php/pitnas2024/article/view/338 <table> <tbody> <tr> <td> <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi <em>Personalized Learning</em> dalam program <em>Transcontinental Training: Advancing Indonesian Education through Australian Best Practices in Personalized Learning</em> kerjasama Kementerian Agama dan University of Canberra, serta mengidentifikasi dampaknya terhadap peningkatan kompetensi peserta, merumuskan strategi peningkatan efektivitas pelatihan guru berbasis <em>Personalized Learning</em> dan, dalam upaya akselerasi peningkatan kompetensi guru juga menyusun desain model pelatihan yang adaptif dengan konteks pendidikan Indonesia. Pendekatan penelitian menggunakan analisis reflektif atas pengalaman empiris peserta yang mengikuti program serta kajian pustaka untuk memperkuat landasan konseptual model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan <em>Personalized Learning</em> berdampak positif terhadap peningkatan motivasi, keterlibatan aktif, kepercayaan diri, dan perluasan wawasan peserta. Refleksi peserta memperlihatkan perbedaan signifikan antara pendekatan <em>Personalized Learning</em> yang lebih personal, reflektif, dan kolaboratif dibanding praktik umum di Indonesia yang masih seragam dan berpusat pada guru. Strategi yang dirumuskan meliputi pemetaan kebutuhan awal, kurikulum fleksibel, peran fasilitator sebagai mentor, pemanfaatan teknologi, serta evaluasi berkelanjutan berbasis refleksi dan portofolio. Sebagai keluaran akhir, penelitian ini menghasilkan desain model pelatihan guru berbasis <em>Personalized Learning</em> dengan lima tahap: analisis profil guru, perancangan <em>learning path</em> individual, implementasi pelatihan fleksibel, refleksi dan praktik di kelas, serta evaluasi dan tindak lanjut. Model ini diperkuat oleh komponen utama seperti profil belajar guru, konten adaptif, coaching personal, dan e-portfolio. Rekomendasi strategis meliputi pengembangan model sesuai konteks lokal, penerapan blended learning, penguatan coaching dan mentoring, serta integrasi e-portfolio untuk mendukung keberlanjutan pengembangan kompetensi guru. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan model pelatihan guru berbasis <em>Personalized Learning</em> yang tidak hanya berorientasi pada adopsi praktik internasional, tetapi juga bersifat adaptif dengan konteks pendidikan Indonesia.</p> </td> </tr> </tbody> </table> Agustina Atika Yusni Ferdina Copyright (c) 2025 Prosiding PITNAS Widyaiswara 2025-12-09 2025-12-09 1 1 31 57 Transformasi Digital Dalam Mendorong Pembangunan Pembangunan Berkelanjutan: Suatu Kajian Systematic Literature Review https://ejournal.iwi.or.id/ojs/index.php/pitnas2024/article/view/339 <p>Transformasi digital telah menjadi katalis utama dalam perubahan pembangunan global, namun keterkaitannya dengan pembangunan berkelanjutan (SDGs) masih dipahami secara parsial. Sebagian besar literatur menekankan aspek teknis atau konteks negara maju, sementara integrasi dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan di negara berkembang masih jarang dieksplorasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi transformasi digital terhadap pembangunan berkelanjutan secara multidimensi serta mengidentifikasi kesenjangan penelitian yang ada. Kajian dilakukan menggunakan pendekatan <em>systematic literature review</em> (SLR) dengan menganalisis 5.210 artikel dari lima basis data utama (<em>ScienceDirect, Google Scholar, Lens.org, Publish or Perish</em>, dan <em>Emerald Insight</em>). Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi digital: (1) meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan inovasi ekonomi (SDG 8, SDG 9), meski berpotensi memperdalam ketimpangan jika distribusi manfaat tidak merata; (2) memperluas inklusi sosial dan transparansi tata kelola (SDG 10, SDG 16), walaupun masih menghadapi tantangan literasi digital dan kesenjangan infrastruktur; serta (3) mendukung pengelolaan lingkungan melalui green IT dan analitik data untuk mitigasi perubahan iklim (SDG 12, SDG 13), tetapi menimbulkan risiko limbah elektronik dan konsumsi energi pusat data. Transformasi digital berkontribusi signifikan pada tiga dimensi pembangunan berkelanjutan: ekonomi, sosial, dan lingkungan, serta memerlukan sinergi multi-aktor, pendekatan lintas disiplin, serta kebijakan yang berpihak pada keberlanjutan. Dengan demikian, digitalisasi dapat menjadi katalis bagi terciptanya masa depan yang lebih berdaya saing, berkeadilan, dan ramah lingkungan.</p> Retwando Copyright (c) 2025 Prosiding PITNAS Widyaiswara 2025-12-11 2025-12-11 1 1 58 73 Implementasi Cilacap ASN Corporate University (C-Corpu) dalam Mendukung RPJMD Kabupaten Cilacap 2025-2029 https://ejournal.iwi.or.id/ojs/index.php/pitnas2024/article/view/340 <p>Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana implementasi Cilacap ASN Corporate University (C-Corpu) mampu mendukung pencapaian visi dan misi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Cilacap 2025-2029. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi C-Corpu dalam mendukung pencapaian visi dan misi RPJMD Kabupaten Cilacap, mengidentifikasi faktor-faktor penguat maupun penghambat dalam implementasi C-Corpu, dan merumuskan strategi optimalisasi C-Corpu agar mampu menjembatani <em>gap</em> antara visi RPJMD dengan realisasi program pembangunan daerah. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi eksploratori melalui analisis literatur akademik dan regulasi dengan instrumen berupa matriks review literatur akademik maupun matriks review regulasi. Data yang dianalisis meliputi artikel ilmiah relevan serta dokumen regulasi yang berlaku. Analisis dilakukan secara tematik dengan penekanan pada implementasi, faktor penguat/penghambat serta strategi optimalisasi C-Corpu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa C-Corpu memiliki potensi kontribusi langsung pada kelima misi RPJMD Kabupaten Cilacap 2025-2029; optimalisasi C-Corpu melalui academy learning strategy; integrasi C-Corpu dan manajemen talenta ASN sebagai strategi transformasi; serta optimalisasi C-Corpu melalui sinergi heksaheliks sehingga dapat mewujudkan collaborative governance. Kesimpulan yang didapatkan adalah C-Corpu beperan dalam mendukung pencapaian visi dan misi RPJMD; regulasi, komitmen pimpinan, dan potensi kolaborasi lintas pemangku kepentingan dapat mendukung implementasi C-Corpu; dan optimalisasi C-Corpu harus diarahkan pada pemanfaatan teknologi digital, kolaborasi sinergi heksaheliks, serta integrasi dengan manajemen talenta ASN.</p> Hidayat Fathoni Amrullah Achmad Nurlaeli Copyright (c) 2025 Prosiding PITNAS Widyaiswara 2025-12-11 2025-12-11 1 1 74 97 Efisiensi Ketahanan Pangan Komoditas Volatile Food Dalam Pengendalian Inflasi: Studi Kasus Regional Sumatera Pendekatan DEA https://ejournal.iwi.or.id/ojs/index.php/pitnas2024/article/view/341 <p>Ketahanan pangan merupakan isu strategis dalam pembangunan daerah karena berkaitan erat dengan stabilitas harga dan inflasi. Namun kenyataannya stabilitas harga pangan masih menjadi tantangan utama. Inflasi yang terjadi di berbagai Provinsi Regional Sumatra banyak dipicu oleh fluktuasi harga bahan pokok terutama dari komoditas <em>Volatile Food</em>. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya evaluasi efisiensi ketahanan pangan antardaerah. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai tingkat efisiensi relatif di setiap provinsi, mengidentifikasi provinsi yang telah berhasil mengoptimalkan sumber daya komoditas <em>Volatile Food</em> yang dimiliki dalam pengendalian inflasi serta <em>Bechmarking</em> Provinsi yang dapat dijadikan percontohan serta memberikan rekomendasi strategis &nbsp;dalam pengendalian inflasi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif statistik non parametrik <em>Data Envelopment Analysis</em> (DEA) untuk mengukur efisiensi ketahanan pangan komoditas volatile food dalam pengendalian inflasi di regional Sumatera. Hasil analisis DEA menunjukkan bahwa dari Sepuluh Provinsi di Regional Sumatera, Enam Provinsi berada dalam kategori efisien dalam pengendalian inflasi dengan input komoditas <em>volatile food</em>, sedangkan Empat Provinsi lainnya masih belum efisien meskipun cengerung memiliki produktivitas pangan yang tinggi. Provinsi yang belum efisien dapat melakukan <em>benchmarking</em> kepada Provinsi efisien berdasarkan hasil analisis dalam penelitian ini. Provinsi Bengkulu dan Kepulauan Riau konsisten menjadi Daerah <em>benchmark</em>, atau Daerah yang menjadi referensi dalam penegndalian inflasi. Rekomendasi kebijakan yang dapat dilakukan adalah mendorong kolaborasi dan pembelajaran antardaerah (<em>Peer-to-Peer Learning</em>), &nbsp;reorientasi kebijakan dari fokus produksi ke fokus efisiensi sistem logistik dan distribusi pangan, &nbsp;&nbsp;serta penyusunan rencana aksi yang lebih spesifik dan terukur untuk setiap Provinsi yang masih belum efisien dalam penegendalian inflasi.</p> Waldi Novi Yarsah Ahmad Syaifullah Anna Febrina Sugiarti Copyright (c) 2025 Prosiding PITNAS Widyaiswara 2025-12-11 2025-12-11 1 1 98 112 Integrasi Echotehelogy pada Pelatihan Moderasi Beragama di Balai Diklat Keagamaan Makassar https://ejournal.iwi.or.id/ojs/index.php/pitnas2024/article/view/342 <table> <tbody> <tr> <td> <p>Integrasi Echotehelogy pada pelatihan moderasi beragama merupakan pendekatan inti yang mentransformasikan konsep moderasi dari pengetahuan abstrak menjadi keyakinan internal yang kokoh dan keterampilan aplikasi kontekstual yang bertanggung jawab, melalui proses pengulangan reflektif (echo) dan perenungan mendasar (theology) atas nilai-nilai teologis-sosial, sehingga menghasilkan agen moderasi yang otentik dan kompeten. Tujuan dari artikel ini untuk menganalisis Integrasi Echotehelogy pada Pelatihan Moderasi Beragama di Balai Diklat Keagamaan Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Peneliti hanya mendeskripsikan data dalam bentuk rangkaian kalimat Sedangkan penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif, yang menjelasakan tentang fenomena, gejala, peristiwa, dan kejadian yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Integrasi Eco-theology dalam pelatihan moderasi beragama di Balai Diklat Keagamaan Makassar telah berhasil menciptakan pendekatan baru yang menggabungkan nilai-nilai toleransi keagamaan dengan kesadaran lingkungan hidup. Program ini terbukti efektif dalam membentuk peserta pelatihan yang tidak hanya memahami moderasi beragama sebagai sikap toleran terhadap pemeluk agama lain, tetapi juga sebagai tanggung jawab untuk menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari ajaran agama. Keberhasilan integrasi ini terlihat dari perubahan positif dalam pemahaman dan perilaku peserta yang mulai mengembangkan praktik-praktik keagamaan yang ramah lingkungan di komunitas mereka masing-masing. Model pembelajaran yang dikembangkan BDK Makassar ini memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan pendidikan keagamaan di Indonesia, membuktikan bahwa moderasi beragama yang sejati harus mencakup keseimbangan dalam hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta, sehingga tercipta generasi yang beriman, toleran, dan peduli lingkungan.</p> </td> </tr> </tbody> </table> Hanafi Pelu Rosmiati Copyright (c) 2026 Prosiding PITNAS Widyaiswara 2026-01-05 2026-01-05 1 1 113 129 Pembuatan Media Pembelajaran Motor Cycle Trainer Kit Berbasis IoT dengan KKA Menggunakan ESP32 https://ejournal.iwi.or.id/ojs/index.php/pitnas2024/article/view/343 <table> <tbody> <tr> <td> <p>Perkembangan <em>Internet of Things</em> (IoT) membuka peluang besar dalam bidang pendidikan teknik otomotif untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif dan relevan dengan teknologi industri. Banyak guru dan siswa kesulitan memahami konsep pengendalian sistem elektronik sepeda motor modern karena keterbatasan media praktik. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengembangkan <em>Motorcycle Trainer Kit</em> berbasis IoT menggunakan mikrokontroler ESP32 dan pendekatan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) sebagai media pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&amp;D), meliputi perancangan perangkat keras (ESP32, modul relay 4-channel, OLED, dan motor trainer), pemrograman menggunakan Arduino IDE, serta pengujian fungsional. <em>Trainer Kit</em> ini memungkinkan pengendalian relay melalui web lokal dan menampilkan status IP secara <em>real-time</em> pada OLED. Hasil pengujian menunjukkan koneksi Wi-Fi stabil dengan tingkat respons &gt;95%, fungsi kontrol relay berjalan sesuai perintah, dan tampilan IP pada OLED mempercepat identifikasi jaringan oleh pengguna. Uji coba terbatas dengan guru otomotif menyatakan bahwa media ini meningkatkan pemahaman konsep IoT dan mempermudah demonstrasi praktikum. Disimpulkan bahwa <em>Motorcycle Trainer Kit</em> berbasis IoT ini efektif sebagai inovasi media pembelajaran, mendorong penguatan kompetensi guru, serta mendukung keterkaitan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri.</p> </td> </tr> </tbody> </table> Demas Yangindrajat Haris Ilman Fiqih Copyright (c) 2026 Prosiding PITNAS Widyaiswara 2026-01-05 2026-01-05 1 1 130 142 Evaluasi Pelatihan Dasar CPNS dengan pemodelan SEM-PLS di BKPSDM Kabupaten Sukabumi https://ejournal.iwi.or.id/ojs/index.php/pitnas2024/article/view/344 <table> <tbody> <tr> <td> <p>Evaluasi Pelatihan Dasar CPNS perlu dilaksanakan untuk mengetahui efektivitas hasil pelatihan. Dengan demikian dapat bermanfaat dalam peningkatan kualitas penyelenggaraan pelatihan. Efektivitas pelatihan dalam hal ini adalah tercapainya tujuan pelatihan, terutaman pada level reaction dan learning berdasarkan metode Kirk Patrick.&nbsp; Tujuan penelitian ini adalah&nbsp;&nbsp; mengetahui kontribusi variable Kirk Patrick level 1 (metode pelatihan, pengetahuan pengajar pelatihan, materi/ konten pelatihan, pelayanan penyelenggara pelatihan, pelaksanaan pelatihan, pengetahuan dan keterampilan peserta pelatihan, dan karakteristik peserta pelatihan ) terhadap variable Kirk Patrick level 2 (peningkatan pengetahuan dan sikap peserta pelatihan), baik secara langsung maupun melalui variable mediasi pelaksanaan pelatihan. Analisis data terhadap 120 responden dilaksanakan menggunakan teknik Structural Equation Modeling- Partial Least Squares (PLS-SEM) melalui perangkat lunak SmartPLS 3.29. Hasil penelitian menunjukkan : (1) materi/konten pelatihan berpengaruh secara signifikan terhadap pelaksanaan pelatihan (p=0,047); (2) pelaksanaan pelatihan berpengaruh secara signifikan terhadap pengetahuan dan sikap peserta (p=0,002); (3) pelayanan penyelenggara pelatihan berpengaruh secara signifikan terhadap pelaksanaan pelatihan (p=0,000); (4) pengetahuan pengajar pelatihan berpengaruh secara signifikan terhadap pelaksanaan pelatihan (p=0,033); (5) pengetahuan pengajar pelatihan berpengaruh secara signifikan terhadap pengetahuan dan sikap pesert (p=0,022); (6) pelayanan penyelenggara pelatihan berpengaruh terhadap pengetahuan dan sikap peserta melalui variable pelaksanaan pelatihan (p= 0,001 ).&nbsp; Dengan demikian, hasil dari penelitian ini diharapkan dapat dijadikan masukan terhadap pengembangan dan peningkatan efektivitas pelatihan CPNS di masa mendatang.</p> </td> </tr> </tbody> </table> Surjanto Copyright (c) 2026 Prosiding PITNAS Widyaiswara 2026-01-05 2026-01-05 1 1 143 156 Kewidyaiswaraan dalam Aksi: Mendorong Transformasi SDM Kesehatan Menuju Indonesia Maju https://ejournal.iwi.or.id/ojs/index.php/pitnas2024/article/view/345 <p>Transformasi pengembangan kompetensi ASN merupakan kebutuhan strategis dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045. Dalam konteks ini, Widyaiswara memiliki peran sentral sebagai arsitek pembelajaran yang inovatif, reflektif, dan adaptif terhadap digitalisasi. Kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi pembelajaran berbasis microlearning, storytelling, refleksi partisipatif, serta pemanfaatan media digital seperti e-book interaktif dan video pembelajaran. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan refleksi praktik pelatihan di lingkungan Balai Pelatihan Kesehatan Cikarang. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara informal, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang kontekstual dan berbasis pengalaman mampu meningkatkan keterlibatan peserta, membangun kesadaran profesional, serta memperkuat nilai-nilai pelayanan publik.Strategi digital seperti microlearning dan media sosial edukatif memberikan fleksibilitas dan efisiensi dalam proses belajar, sementara pendekatan reflektif mendorong transformasi sikap dan perilaku kerja ASN. Kajian ini menegaskan bahwa Widyaiswara perlu bertransformasi dari fasilitator menjadi katalisator perubahan, dengan merancang pembelajaran yang bermakna dan berdampak.Temuan ini memberikan rekomendasi strategis bagi penguatan kapasitas Widyaiswara dan pengembangan ekosistem pelatihan yang mendukung transformasi SDM kesehatan menuju Indonesia Maju.</p> Nani Mursidah Copyright (c) 2026 Prosiding PITNAS Widyaiswara 2026-01-05 2026-01-05 1 1 157 166 Transformasi Digital dalam Pemberantasan Korupsi dan Peningkatan Pelayanan Publik: Studi Komparatif Implementasi Zona Integritas https://ejournal.iwi.or.id/ojs/index.php/pitnas2024/article/view/346 <p>Penelitian ini menganalisis implementasi Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) melalui studi komparatif pada BBPMP Provinsi Jawa Tengah (Situs 1) dan BBPPMPV BOE Malang (Situs 2). Reformasi birokrasi ini bertujuan menciptakan pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan melayani. Penelitian kualitatif dengan desain studi kasus multikasus ini menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi sebagai sumber data, yang kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana. Temuan penelitian ini dapat dirangkum dalam akronim PRIMA, yang meliputi: Pimpinan Berkomitmen, Reformasi Budaya dan Sumber Daya Manusia (SDM), Inovasi Digital dan Sistematisasi Pelayanan, Manajemen Pengawasan Terintegrasi, serta Akuntabilitas dan Kepuasan Layanan. Komitmen pimpinan yang kuat merupakan fondasi vital di kedua situs, namun strategi implementasi dan tantangan utamanya berbeda. BBPMP Jawa Tengah menghadapi tantangan dominan pada aspek faktor manusia (perubahan pola pikir pegawai) dan karenanya fokus pada pengembangan SDM. Sebaliknya, BBPPMPV BOE Malang, yang telah memiliki fondasi manajemen mutu ISO 9001 versi 2000, cenderung lebih fokus pada inovasi pelayanan berbasis digitalisasi. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa tidak ada satu formula tunggal untuk keberhasilan ZI; strategi adaptif sangat bergantung pada diagnosis kendala dan kapabilitas awal organisasi. Pengalaman dengan standar mutu eksternal seperti ISO dapat berfungsi sebagai prasyarat yang mempercepat adopsi ZI dan menggeser fokus kendala dari faktor manusia ke optimalisasi sistem melalui teknologi. Penelitian ini berkontribusi memperkaya literatur reformasi birokrasi dengan menyoroti dinamika perubahan, peran kapabilitas awal, dan pentingnya analisis kontekstual dalam perumusan strategi ZI yang efektif</p> Muhammad Muhajir Copyright (c) 2026 Prosiding PITNAS Widyaiswara 2026-01-05 2026-01-05 1 1 167 173 Efektivitas Pembelajaran Blended Learning pada Pelatihan Kepemimpinan Administrator di BPSDMD NTB https://ejournal.iwi.or.id/ojs/index.php/pitnas2024/article/view/347 <table> <tbody> <tr> <td> <p>Perkembangan teknologi informasi mendorong transformasi pembelajaran di sektor publik, termasuk Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Model blended learning yang menggabungkan pembelajaran tatap muka dan daring dinilai mampu menjawab tantangan peningkatan kompetensi manajerial di era digital. Namun, evaluasi mendalam terhadap efektivitas penerapannya di lingkungan birokrasi daerah, khususnya di BPSDMD NTB, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas blended learning dalam PKA, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta memberikan rekomendasi strategis bagi pengembangannya di masa depan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi, dilengkapi kuesioner berbasis Skala Likert. Informan terdiri dari fasilitator, pengelola pelatihan, dan peserta PKA. Hasil penelitian menunjukkan blended learning berada pada kategori Baik–Sangat Baik dengan skor rata-rata 4,38. Skor tertinggi (4,7) diperoleh pada indikator kebermanfaatan studi kasus lokal, sedangkan skor terendah (4,0) terdapat pada motivasi mengikuti sesi daring. Lima temuan utama meliputi: partisipasi daring tinggi namun interaksi verbal rendah, kendala koneksi internet, efektivitas tinggi sesi tatap muka, peran fasilitator yang perlu pengayaan metode daring, dan relevansi tinggi materi dengan tugas jabatan. Kesimpulannya, blended learning terbukti efektif meningkatkan kompetensi manajerial peserta dan berpotensi menjadi model pelatihan rujukan nasional jika hambatan teknologi diatasi. Rekomendasi meliputi penguatan infrastruktur teknologi, inovasi metode pembelajaran daring, peningkatan kapasitas fasilitator, serta perluasan studi kasus berbasis konteks lokal.</p> </td> </tr> </tbody> </table> Prasetya Utama Copyright (c) 2026 Prosiding PITNAS Widyaiswara 2026-01-05 2026-01-05 1 1 174 183 Transformasi Kompetensi Widyaiswara PPSDM KEBTKE dalam Mendukung Net Zero Emission 2060: Analisis Kesenjangan dan Strategi Penguatan https://ejournal.iwi.or.id/ojs/index.php/pitnas2024/article/view/348 <p>Percepatan transisi energi menuju Net Zero Emission (NZE) 2060 di Indonesia menuntut transformasi signifikan dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia, khususnya peran strategis widyaiswara di lingkungan PPSDM KEBTKE. Namun demikian, masih terdapat kesenjangan antara kompetensi aktual Widyaiswara dengan kebutuhan pelatihan energi terbarukan dan kebijakan dekarbonisasi nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil kompetensi Widyaiswara, mengidentifikasi kesenjangan kompetensi yang ada, mengeksplorasi faktor penyebabnya, serta merumuskan strategi penguatan yang relevan dan berbasis data. Metode yang digunakan adalah survei kuantitatif deskriptif kepada 21 widyaiswara, didukung dengan instrumen skala Likert untuk mengukur tingkat penguasaan kompetensi, prioritas pengembangan, faktor penyebab kesenjangan, dan strategi pengembangan kompetensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata penguasaan kompetensi teknis berada pada skor 2,33, sedangkan prioritas pengembangan mencapai skor 3,43, yang mengindikasikan kesenjangan signifikan. Kompetensi strategis seperti <em>Smart Grid, Battery Energy Storage System (BESS), CCS/CCUS, </em>dan Perdagangan Karbon masih memiliki tingkat penguasaan rendah namun prioritas pengembangan sangat tinggi. Analisis kuadran dua dimensi dan roadmap pelatihan 2026–2030 dirancang untuk mengatasi kesenjangan ini secara sistematis. Faktor penyebab kesenjangan mencakup aspek internal, eksternal, dan kelemahan kolaboratif dengan industri. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa transformasi kompetensi widyaiswara harus dilakukan secara terintegrasi melalui pelatihan berbasis praktik, kolaborasi lintas sektor, dan penguatan ekosistem pembelajaran hijau. Sebagai rekomendasi kebijakan, pengembangan kompetensi Widyaiswara perlu dimasukkan dalam agenda strategis transisi energi nasional agar lembaga pelatihan sektor energi dapat berperan aktif dalam mendukung tercapainya NZE 2060</p> Zainul M Pulungan Copyright (c) 2026 Prosiding PITNAS Widyaiswara 2026-01-05 2026-01-05 1 1 184 218 Transformasi Kompetensi Widyaiswara SDA Berbasis Digital untuk Mendukung Energi Bersih dan Ketahanan Pangan https://ejournal.iwi.or.id/ojs/index.php/pitnas2024/article/view/349 <table> <tbody> <tr> <td> <p>Transformasi digital dalam pengelolaan sumber daya air (SDA) merupakan kebutuhan mendesak di tengah krisis air, perubahan iklim, serta meningkatnya tuntutan terhadap ketahanan pangan dan energi bersih. Dalam konteks tersebut, widyaiswara berperan strategis sebagai fasilitator pembelajaran teknis aparatur sipil negara (ASN), namun masih banyak yang memiliki keterbatasan dalam penguasaan teknologi digital serta integrasi pembelajaran berbasis data lintas sektor. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan dan strategi transformasi kompetensi widyaiswara SDA guna mendukung agenda pembangunan berkelanjutan. Metode penelitian menggunakan kajian pustaka yang mencakup telaah kebijakan nasional, studi empiris, dan praktik baik pengembangan kapasitas di sektor air. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi kompetensi perlu diarahkan pada tiga aspek utama: (1) penguatan literasi digital, khususnya dalam penggunaan perangkat lunak teknis seperti GIS dan pemodelan hidrologi; (2) pengembangan metode pembelajaran inovatif berbasis platform digital dan pendekatan interaktif; serta (3) peningkatan pemahaman keterkaitan sektor air–pangan–energi. Model kurikulum modular dan roadmap lima tahun (2025–2029) disusun sebagai panduan implementasi, mulai dari pelatihan, evaluasi, hingga replikasi nasional. Transformasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas widyaiswara dalam merancang pelatihan teknis yang relevan dan mutakhir, tetapi juga memperkuat kontribusi ASN dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) pada sektor air, energi, dan pangan. Diperlukan komitmen kelembagaan dan kolaborasi multipihak untuk memastikan keberhasilan agenda transformasi ini.</p> </td> </tr> </tbody> </table> Yosi Darmawan Arifianto Copyright (c) 2026 Prosiding PITNAS Widyaiswara 2026-01-05 2026-01-05 1 1 219 223 Zona Integritas di Balai Diklat Keagamaan Makassar menuju Coorperate University https://ejournal.iwi.or.id/ojs/index.php/pitnas2024/article/view/350 <table> <tbody> <tr> <td> <p>Zona Integritas berperan sebagai katalis transformasi kelembagaan yang memungkinkan institusi pendidikan dan pelatihan mengembangkan budaya organisasi yang bersih, transparan, dan akuntabel sebagai landasan menuju Corporate University. Melalui implementasi prinsip-prinsip good governance dan pelayanan prima, Zona Integritas menciptakan ekosistem pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai integritas dengan standar manajemen modern untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi optimal bagi organisasi dan masyarakat. Tujuan dari artikel untuk mengetahui dan menganalisis penerapan Zona Integritas di Balai Diklat Keagamaan Makassar dalam mendukung proses transformasi menuju Corporate University, sehingga mampu mewujudkan tata kelola kelembagaan yang profesional, transparan, dan akuntabel. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Sedangkan penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif, yang menjelasakan tentang fenomena, gejala, peristiwa, dan kejadian yang terjadi. Hasil kajiian menunjukkan bahwa; Zona Integritas di Balai Diklat Keagamaan Makassar telah memberikan fondasi yang baik untuk menjadi Corporate University yang berkualitas. Dengan menerapkan transparansi dan pelayanan yang baik, balai diklat ini sudah membangun budaya kerja yang mendukung pembelajaran dan inovasi. Zona Integritas tidak hanya mencegah korupsi, tetapi juga meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan. Balai Diklat Keagamaan Makassar memiliki peluang besar untuk menjadi Corporate University terbaik di bidang pendidikan keagamaan. Dengan sistem integritas yang sudah ada, setiap program diklat akan berkualitas tinggi dan bermanfaat untuk kemajuan pendidikan keagamaan di Indonesia.</p> </td> </tr> </tbody> </table> Milawati Imran Shadiq Hanafi Pelu Copyright (c) 2026 Prosiding PITNAS Widyaiswara 2026-01-05 2026-01-05 1 1 224 234 Survei Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPP) pada Pelatihan Sabotage Mitigation Tahun 2025 https://ejournal.iwi.or.id/ojs/index.php/pitnas2024/article/view/351 <p>Direktorat Pengembangan Kompetensi mulai melakukan survei PEKPP pada tahun 2025 untuk pelatihan yang kerjasama Internsional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil survei PEKPP pada pelatihan <em>sabotage mitigation </em>karena memiliki karakteristik yang berbeda dengan pelatihan-pelatihan lainnya yaitu adanya konsumsi pelatihan dan <em>interpreter</em>. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data melalui survei menggunakan formulir F3 yang sesuai dengan Pedoman Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 5 Tahun 2023 tentang Mekanisme dan Instrumen Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik. Analisis data menggunakan skala persepsi penilaian dan pertanyaan terbuka mengenai saran dari peserta. Hasil survei PEKPP Pelatihan Sabotage Mitigation adalah 4,363 dengan kategori “Sangat Baik”. Peserta pelatihan merasa puas, tetapi mereka juga menyadari terdapat ruang untuk meningkatan kualitas pelayanan, mempertahankan kualitas konsumsi, dan menjadikan ruang kelas prioritas untuk perbaikan.</p> Nurdiansah Dwi Sasongko Copyright (c) 2026 Prosiding PITNAS Widyaiswara 2026-01-05 2026-01-05 1 1 135 240 Desain Agenda I Latsar CPNS Distance Learning: Internalisasi Sikap Perilaku Bela Negara di Era AI https://ejournal.iwi.or.id/ojs/index.php/pitnas2024/article/view/352 <table> <tbody> <tr> <td> <p>Pelaksanaan Latsar CPNS dengan metode <em>distance learning</em> melahirkan tantangan tersendiri terutama dalam menjamin internalisasi nilai bela negara terutama di era <em>Artificial Intelligence </em>(AI) yang semakin berkembang. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini yaitu bagaimana konsepsi ketercapaian pembelajaran agenda sikap perilaku bela negara dapat dipahami dalam konteks pembelajaran <em>distance learning</em>, bagaimana tantangan dan peluang penggunaan AI dalam pencapaian tujuan pembelajaran yang berorientasi pada pembentukan sikap dan perilaku, serta bagaimana desain pembelajaran yang dapat mendukung ketercapaian tujuan tersebut secara efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus pada peserta Latsar CPNS <em>distance learning</em> di Pusat Pengembangan SDM Badan Kepegawaian Negara. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap peserta, telaah dokumen, curah pendapat dengan fasilitator Agenda I dan observasi terhadap proses pembelajaran, yang kemudian dianalisis dengan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep ketercapaian pembelajaran Agenda I tidak hanya&nbsp; berfokus kepada ranah kognitif tetapi juga menyentuh ranah afektif dan psikomotorik, keberadaan AI memberikan peluang bagi kemudahan dan personalisasi pengalaman belajar namun diperlukan etika penggunaan utamanya untuk membuktikan tercapainya ranah afektif dan psikomotorik dalam pengalaman belajar PNS, selanjutnya pelaksanaan pembelajaran pelatihan dasar secara daring perlu didesain dengan&nbsp; menggabungkan tiga ranah pembelajaran kognitif, afektif dan psikomotorik dengan simulasi praktik, refleksi nilai, dan pemanfaatan AI secara etis untuk mendukung personalisasi pengalaman belajar yang menjamin autentikasi internalisasi nilai bela negara bagi PNS. Hasil penelitian ini pada akhirnya memberikan kontribusi konseptual dan praktis bagi pengembangan desain pembelajaran berbasis pembentukan karakter bagi PNS di era digital.</p> </td> </tr> </tbody> </table> Ika Khairunnisa Simanjuntak Copyright (c) 2026 Prosiding PITNAS Widyaiswara 2026-01-05 2026-01-05 1 1 241 259 Analisis Ekoteologi Konteks Eco-Masjid, Eco-Madrasah dan Eco-Pesantren dalam Ketahanan Pangan di Indonesia https://ejournal.iwi.or.id/ojs/index.php/pitnas2024/article/view/353 <table> <tbody> <tr> <td> <p>Tujuan penelitian, untuk menganalisis: 1) permasalahan ketahanan pangan di Indonesia; 2) Implementasi ekoteologi dalam menunjang ketahanan pangan di Indonesia; 3) Strategi penerapan Eco-Masjid, Eco-Madrasah dan Eco-Pesantren, Metode Penelitian Deskriptif Kualitatif yaitu menguraikan tentang fenomena ketahanan pangan dikaitkan dengan ekoteologi dalam konteks Eco-Masjid, Eco-Madrasah dan Eco-Pesantren. Sumber Data: Jurnal dan artikel. Hasil Penelitian Pertama, Permasalahan ketahanan pangan di Indonesia: a) Alih Fungsi dan Degradasi Lahan Pertanian. b)&nbsp; Dampak Perubahan Iklim; perubahan jangka panjang dalam pola suhu, curah hujan, angin, dan peristiwa cuaca ekstrem akibat peningkatan gas rumah kaca. c) Kesejahteraan Petani Rendah. Ke dua, implementasi ekoteologi ketahanan pangan di Indonesia, yaitu: 1) Kesadaran spiritual terhadap alam ciptaan Tuhan; 2) Gaya hidup sederhana tidak konsumtif; 3) Dukungan pertanian berkelanjutan; 4) Transportasi ramah lingkungan dan konservasi energy; 5) Kegiatan keagamaan ramah lingkungan; 6) Pendidikan dan pengaruh sosial berbasis iman. Ke tiga, Strategi penerapan Eco-Masjid, Eco-Madrasah dan Eco-pesantren&nbsp; yaitu: Strategi Penerapan Eco-masjid tidak hanya berfungsi tempat ibadah, tetapi pusat edukasi dan aksi nyata menjaga kelestarian lingkungan. Implementasi Eco-Madrasah dan Eco-Madrasah tidak sebatas pengelolaan fasilitas fisik yang ramah lingkungan, tetapi juga mencakup kurikulum, budaya sekolah, dan keterlibatan seluruh warga madrasah. Kesimpulan: Eco-masjid dan Eco-madrasah dan Eco-pesantren merupakan inovasi penting dalam menjawab tantangan kerusakan lingkungan. Rekomendasi: Lembaga pendidikan Islam perlu menyisipkan pendidikan lingkungan dalam pembelajaran</p> </td> </tr> </tbody> </table> Irma Djanapa Bulow Copyright (c) 2026 Prosiding PITNAS Widyaiswara 2026-01-05 2026-01-05 1 1 260 279 Pemanfaatan Artificial Intelligence Bagi Aparatur Sipil Negara https://ejournal.iwi.or.id/ojs/index.php/pitnas2024/article/view/354 <p>Di era Revolusi Industri 4.0 menuju Society 5.0, pelayanan publik mengalami transformasi signifikan dengan mengintegrasikan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam penyelenggaraan E-Government, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2023 tentang percepatan transformasi digital dan keterpaduan layanan digital nasional. Namun, keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam memanfaatkan AI untuk mewujudkan pelayanan publik yang efektif dan inovatif masih terbatas. Survei Kompas menunjukkan 45,4% responden tidak puas dan 3,5% tidak mengetahui kinerja ASN dalam pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran ASN dalam mendukung kebijakan transformasi digital dan bagaimana pemanfaatan AI dapat mendorong efektivitas serta inovasi layanan publik. Penelitian dalam karya tulis ilmiah ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan literature review, melalui pengumpulan, penelaahan, dan analisis referensi relevan. Analisis data menggunakan model interaktif Miles and Huberman yang mencakup data condensation, data display, serta conclusion drawing and verification. Hasil penulisan ilmiah ini menunjukkan bahwa pemanfaatan AI oleh ASN dapat meningkatkan akurasi, efisiensi waktu, dan menghasilkan inovasi solutif yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Rekomendasi meliputi pelatihan beretika penggunaan AI, peningkatan infrastruktur akses teknologi, dan penguatan kebijakan yang menjaga integritas pelayanan publik.</p> Johana Nunik Widianti Copyright (c) 2026 Prosiding PITNAS Widyaiswara 2026-01-05 2026-01-05 1 1 280 295 Penerapan Kecerdasan Buatan dalam Transformasi Digital Sistem Penanggulangan Bencana Nasional https://ejournal.iwi.or.id/ojs/index.php/pitnas2024/article/view/355 <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi dan tantangan penerapan AI dalam sistem penanggulangan bencana nasional. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur, analisis kebijakan, dan studi kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah tahun 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI mampu mempercepat pengolahan data bencana, meningkatkan akurasi prediksi, dan memperkuat komunikasi publik, seperti terlihat pada implementasi chatbot BencanaBot. Namun, penerapan AI masih menghadapi kendala berupa keterbatasan infrastruktur, fragmentasi data, serta rendahnya literasi digital. Penelitian ini merekomendasikan penguatan infrastruktur digital, peningkatan kapasitas SDM, serta penyusunan peta jalan AI kebencanaan yang komprehensif</p> Rusnadi Suyatman Putra Copyright (c) 2026 Prosiding PITNAS Widyaiswara 2026-01-05 2026-01-05 1 1 296 300 Implementasi Learning Journal pada Model SALMAN: Pengembangan Kompetensi ASN dalam Pendekatan Heutagogi https://ejournal.iwi.or.id/ojs/index.php/pitnas2024/article/view/356 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi praktis model pembelajaran SALMAN (Self-Active Learning for Mastery Anything), sebuah kerangka kerja berbasis heutagogi yang memberdayakan individu sebagai penentu utama dalam proses belajarnya. Fokus utama analisis adalah pada peran sentral Learning Journal sebagai instrumen untuk merekam, merefleksikan, dan memvalidasi pembelajaran mandiri. Metodologi yang digunakan adalah studi deskriptif dengan pendekatan survei terhadap 36 ASN di lingkungan DPMPTSP Provinsi Jawa Barat yang telah menerapkan model SALMAN pada tahun 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model SALMAN diterima dengan sangat positif. Sebanyak 80,6% responden merasa model ini efektif dalam menyelesaikan kesenjangan kompetensi yang mereka hadapi, dan 80,6% responden menyatakan ketertarikan untuk menggunakannya di masa mendatang. Tingginya angka ini mengindikasikan bahwa pendekatan pembelajaran yang terstruktur, terdokumentasi, dan tervalidasi melalui Learning Journal berhasil menjawab kebutuhan pengembangan kompetensi yang personal dan berorientasi pada hasil di lingkungan kerja modern. Model SALMAN terbukti menjadi alternatif yang menjanjikan untuk membangun budaya belajar berkelanjutan bagi ASN. Berdasarkan temuan efektivitas dan minat pengguna yang tinggi, direkomendasikan bagi instansi pemerintah dan unit pengelola SDM untuk mempertimbangkan adopsi serta integrasi model SALMAN secara lebih luas sebagai salah satu jalur resmi pengembangan kompetensi. Kebijakan ini dapat mengakselerasi terwujudnya ASN yang proaktif, adaptif, dan mampu belajar secara mandiri untuk menjawab tuntutan zaman</p> Salman Al Farizi Copyright (c) 2026 Prosiding PITNAS Widyaiswara 2026-01-05 2026-01-05 1 1 301 311 Deskripsi Tingkat Kepatuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah terhadap Sertifkat Halal di Kabupaten Lamongan https://ejournal.iwi.or.id/ojs/index.php/pitnas2024/article/view/357 <table> <tbody> <tr> <td> <p>Sertifikasi halal menjadi salah satu aspek penting dalam industri makanan dan produk konsumsi, terutama di negara dengan populasi Muslim yang besar. Di Indonesia, sertifikat halal tidak hanya berfungsi sebagai jaminan kehalalan produk, tetapi juga sebagai instrumen untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan daya saing produk di pasar. Meskipun demikian, tingkat kepatuhan UMKM terhadap kewajiban sertifikasi halal masih tergolong rendah.&nbsp; Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan UMKM terhadap sertifikasi halal di Kabupaten Lamongan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara dan observasi terhadap pelaku usaha di berbagai sektor, termasuk makanan ringan, minuman tradisional, dan produk segar. Hasil dan Pembahasan: Ditemukan bahwa banyak pelaku usaha beranggapan produk mereka sudah halal secara alami, sehingga tidak memerlukan sertifikat resmi. Hasil sertifikasi halal menunjukkan bahwa hanya sekitar 45% pelaku usaha berhasil memperoleh sertifikat resmi, sementara sekitar 55% masih dalam status “belum terbit” karena kendala administratif dan teknis. Dari total pelaku usaha yang terdaftar, sekitar 9% mengalami status drop out (DO) dalam program sertifikat halal gratis. Pelaku usaha merasa konsumen lokal sudah mempercayai produk yang dijual tanpa bukti formal, yang mengurangi motivasi untuk melanjutkan proses sertifikasi.&nbsp; Kesimpulan dan Saran: Rendahnya kepatuhan UMKM disebabkan oleh kombinasi faktor pemahaman dan persepsi yang keliru. Diperlukan intervensi melalui sosialisasi dan pendampingan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya sertifikat halal sebagai jaminan hukum. Hal ini Halal certification is a crucial aspect of the food and consumer products industry, especially in countries with large Muslim populations. In Indonesia, halal certificates not only serve as a guarantee of product halalness but also as a tool to enhance consumer trust and market competitiveness. However, the compliance rate of SMEs (Small and Medium Enterprises) with halal certification obligations remains relatively low.</p> </td> </tr> </tbody> </table> Supriyono Copyright (c) 2026 Prosiding PITNAS Widyaiswara 2026-01-05 2026-01-05 1 1 312 321 Optimalisasi Diversifikasi Pangan Lokal untuk Kedaulatan Pangan di Sulawesi Tenggara: Analisis Potensi Jagung, Sagu, dan Sorgum sebagai Alternatif Karbohidrat Non-Beras https://ejournal.iwi.or.id/ojs/index.php/pitnas2024/article/view/360 <table> <tbody> <tr> <td> <p>Ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap beras sebagai sumber utama karbohidrat masih menjadi tantangan serius dalam mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional. Di Provinsi Sulawesi Tenggara, tingkat konsumsi beras tercatat tinggi, yakni sekitar 114 kg per kapita per tahun, sementara pemanfaatan komoditas pangan lokal seperti jagung, sagu, dan sorgum masih berada pada skala terbatas. Padahal, ketiga tanaman ini memiliki potensi besar untuk dioptimalkan sebagai alternatif pangan pokok yang lebih beragam dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi jagung, sagu, dan sorgum dalam mendukung strategi diversifikasi pangan lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat kedaulatan pangan daerah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-eksploratif berbasis studi literatur dan analisis data sekunder dari BAPANAS, BPS Sultra, DTPH Sultra, media daring serta referensi &amp; literatur ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa produksi jagung di Sulawesi Tenggara pada tahun 2024 mencapai 124.996,74 ton, dengan tiga kabupaten sentra utama yaitu Konawe Selatan, Muna, dan Kolaka Timur. Produksi sagu relatif stagnan dengan kenaikan kecil (meningkat 0,19%). Sementara sorgum telah dikembangkan dilahan 30–40 hektare di Kolaka Timur dengan produktivitas 8–10 ton/ha dan panen hingga tiga kali setahun. Potensi ini menunjukkan peluang besar untuk pengembangan produk pangan lokal bernilai tambah tinggi. Penelitian merekomendasikan intervensi kebijakan yang meliputi edukasi konsumsi pangan lokal, penguatan agroindustri berbasis komoditas daerah, serta pembentukan ekosistem pasar yang mendukung keberlanjutan diversifikasi pangan non-beras di Sulawesi Tenggara.</p> </td> </tr> </tbody> </table> Ardyan Pradana Putra Rizqi Fithratullah Tiara Mayang Pratiwi Lio Copyright (c) 2026 Prosiding PITNAS Widyaiswara 2026-01-05 2026-01-05 1 1 322 334 Pembuatan Media Pembelajaran Smart Building Control Berbasis IoT dengan KKA Menggunakan ESP32 https://ejournal.iwi.or.id/ojs/index.php/pitnas2024/article/view/361 <p><em>Internet of Things</em> (IoT) merupakan konsep yang menghubungkan objek fisik dengan sensor, perangkat lunak, dan teknologi lain melalui koding dan kecerdasan artifisial (KKA). Pemanfaatan KKA dalam hal ini tidak hanya terbatas pada otomatisasi, tetapi juga mencakup kemampuan membuat program melalui prompt pada fitur AI, sehingga mendukung pengembangan sistem yang lebih cepat dan adaptif. Konsep ini memiliki peluang besar dalam bidang pendidikan, khususnya pada pembelajaran teknik bangunan, karena membantu peserta didik memahami sistem penerangan dengan kontrol otomatis secara interaktif dan aplikatif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran Smart Building Control berbasis IoT yang terintegrasi dengan KKA, serta merancang model lanjutan menggunakan Trackbar untuk mengontrol tingkat kecerahan lampu secara fleksibel. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&amp;D) dengan tahapan yang disesuaikan untuk menghasilkan produk pembelajaran yang aplikatif, inovatif, dan mudah diterapkan di sekolah kejuruan. Perangkat keras yang digunakan meliputi ESP32 Dev Kit sebagai mikrokontroler, layar OLED 1,3 inci sebagai penampil status, tiga LED sebagai objek kontrol, kabel jumper, dan kabel USB. Pemrograman dilakukan menggunakan Arduino IDE dengan dukungan library yang tersedia luas. Tahapan implementasi terdiri dari dua bagian, yaitu: (1) praktikum pembuatan media pembelajaran IoT berbasis kontrol lampu, dan (2) praktikum model lanjutan dengan integrasi Trackbar untuk pengaturan kecerahan lampu. Hasil penelitian diharapkan dapat mendorong inovasi pembelajaran berbasis teknologi, meningkatkan kualitas pengajaran, mengembangkan kompetensi pendidik, serta memperkuat hubungan antara dunia pendidikan, dunia kerja, dan dunia industri.</p> Haris Ilman Fiqih Demas Yangindrajat Copyright (c) 2026 Prosiding PITNAS Widyaiswara 2026-01-05 2026-01-05 1 1 335 351 Strategi Pengembangan Literasi Ekoteologi di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan https://ejournal.iwi.or.id/ojs/index.php/pitnas2024/article/view/362 <table> <tbody> <tr> <td> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi pengembangan literasi ekoteologi di lembaga pendidikan dan pelatihan, dengan titik fokus pada Balai Diklat Keagamaan Makassar serta MTs. Al Faidzun Kabupaten Bone. Latar belakang penelitian didasari oleh urgensi integrasi kesadaran ekologis ke dalam pendidikan berbasis keagamaan, seiring meningkatnya kompleksitas krisis lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus ganda. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen, kemudian diolah dengan teknik analisis tematik melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian memperlihatkan bahwa Balai Diklat Keagamaan Makassar berperan dalam memperkuat kompetensi guru melalui pelatihan literasi ekoteologi berbasis kurikulum dan modul terstruktur. Adapun MTs. Al Faidzun menerapkan literasi ekoteologi melalui praktik nyata di lingkungan madrasah, seperti gerakan penghijauan, pengelolaan bank sampah, serta pengintegrasian nilai-nilai keagamaan dalam kegiatan pembelajaran. Kedua pendekatan ini saling melengkapi: strategi top-down dari lembaga pelatihan memberi guru pemahaman konseptual, sementara strategi bottom-up di madrasah menumbuhkan kesadaran ekologis siswa lewat pembiasaan dan keteladanan. Penelitian ini menegaskan bahwa literasi ekoteologi bukan sekadar wacana, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata dalam pendidikan apabila didukung kurikulum, sarana, dan kebijakan yang memadai. Secara praktis, penelitian ini merekomendasikan pentingnya sinergi antara lembaga pelatihan, madrasah, pemerintah, dan masyarakat untuk mengembangkan literasi ekoteologi yang berkesinambungan. Penelitian lanjutan diharapkan dapat melibatkan lebih banyak lembaga agar diperoleh model implementasi yang lebih komprehensif.</p> </td> </tr> </tbody> </table> Istiati Hatma Mallewai Patrahyuna Suhatsa M Copyright (c) 2026 Prosiding PITNAS Widyaiswara 2026-01-05 2026-01-05 1 1 352 363 Transformasi Birokrasi Pemerintah Daerah Sumedang Menuju Pemerintahan Kelas Dunia https://ejournal.iwi.or.id/ojs/index.php/pitnas2024/article/view/363 <table> <tbody> <tr> <td> <p>Keberhasilan birokrasi Pemerintah Daerah Sumedang melakukan transformasi dalam waktu singkat, menjadikannya role model penyelenggaraan pemerintahan daerah. Fenomena ini menepis pesimisme terhadap perubahan sektor birokrasi yang dianggap lambat. Penelitian ini bertujuan menggambarkan proses transformasi birokrasi secara menyeluruh, termasuk peran aktor, strategi perubahan, dan dampaknya. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan, dengan data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap Sekretaris Daerah dan beberapa Kepala OPD, serta observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan transformasi birokrasi Sumedang didukung oleh situasi sosial politik yang stabil, hubungan sinergis antara Bupati dan Sekretaris Daerah, serta kapasitas kepemimpinan yang kuat dalam mengarahkan arus perubahan. Dukungan inovasi kebijakan, khususnya pengembangan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), turut mempercepat akselerasi perubahan. Transormasi ini berdampak signifikan pada peningkatan kinerja pemerintah daerah, termasuk penurunan angka kemiskinan dan stunting, serta pencapaian berbagai penghargaan di tingkat nasional dan provinsi. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan transformasi birokrasi bersifat kontekstual dan tidak dapat sepenuhnya direplikasi, namun dapat menjadi Inspirasi bagi pemerintah daerah lain dengan karakteristik serupa</p> </td> </tr> </tbody> </table> Abu Hasan Copyright (c) 2026 Prosiding PITNAS Widyaiswara 2026-01-05 2026-01-05 1 1 364 380 Efektifitas Desain Pembelajaran POD pada Latfung Widyaiswara 2023: Analisis Korelasi & Regresi terhadap Campaian Kompetensi ASN Adaptif https://ejournal.iwi.or.id/ojs/index.php/pitnas2024/article/view/364 <p>Pengembangan kompetensi digital menuju SMART ASN merupakan tuntutan strategis di era industri 4.0 dan society 5.0, terutama setelah ditetapkannya Perpres No. 82 Tahun 2023 tentang percepatan digitalisasi birokrasi. Hasil survei Indeks BerAKHLAK ASN 2023 menegaskan rendahnya skor adaptif (38,9%), menunjukkan perlunya strategi pembelajaran inovatif untuk membentuk ASN yang tangguh menghadapi disrupsi. Dalam konteks ini, Widyaiswara berperan penting sebagai fasilitator sekaligus penjamin mutu pelatihan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas desain Pembelajaran Orang Dewasa (POD) dalam Pelatihan Fungsional Widyaiswara Pengangkatan Pertama 2023, serta mengidentifikasi tantangan Widyaiswara dalam mengembangkan desain pembelajaran inovatif. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif campuran dengan analisis korelasi Pearson dan regresi linear. Data primer diperoleh dari 30 peserta melalui self-assessment, peer review, produk video, dan benchmark kelompok.Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi mandiri memiliki korelasi paling kuat dengan capaian total (r=0,80), diikuti penerapan video fasilitasi (r=0,75) serta storytelling dan story writing berbasis RTL Canva. Analisis regresi mengonfirmasi bahwa lama waktu dari CPNS ke Latfung (β=2,00; p&lt;0,01) dan jenis kelamin laki-laki (β=10,00; p&lt;0,01) berpengaruh signifikan terhadap keterampilan, sementara usia tidak signifikan. Kesimpulannya, kombinasi strategi reflektif, praktis, dan kolaboratif efektif meningkatkan kompetensi adaptif Widyaiswara. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan bukti empiris mengenai efektivitas komponen desain pembelajaran POD, serta menawarkan rekomendasi praktis untuk mendukung pengembangan keterampilan khususnya bagi peserta perempuan, sekaligus membuka ruang bagi penelitian lanjutan dengan desain quasi-eksperimental dan evaluasi dampak jangka panjang</p> Dwidea Yuliana Copyright (c) 2026 Prosiding PITNAS Widyaiswara 2026-01-05 2026-01-05 1 1 381 400 Studi Komparatif Metode Full Online, MOOC + Online, dan Blended Learning (Online + Klasikal) dalam Meningkatkan Hasil Belajar Life Skills Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja Tahun 2024 https://ejournal.iwi.or.id/ojs/index.php/pitnas2024/article/view/365 <p>Keberhasilan sebuah pelatihan sangat ditentukan oleh ketepatan metode pembelajaran yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas tiga metode berbeda dalam meningkatkan hasil belajar pada Pelatihan Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja melalui keterampilan kecakapan hidup (life skills). Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel 90 peserta pelatihan yang berasal dari tiga wilayah kerja Balai Pelatihan Kesehatan. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata nilai post-test pada pelatihan full online adalah 81,5, blended learning berbasis MOOC dilanjutkan dengan daring sebesar 83,4, dan blended learning yang memadukan pembelajaran daring dan tatap muka mencapai 90. Data ini menunjukkan bahwa blended learning, khususnya kombinasi daring dan klasikal, lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar. Keberagaman metode pembelajaran, meliputi diskusi kelompok, studi kasus, simulasi, dan role play, terbukti mampu meningkatkan partisipasi aktif peserta, memperdalam pemahaman konsep, serta mengembangkan keterampilan praktis yang relevan dengan upaya preventif dan pengendalian masalah kesehatan jiwa anak dan remaja. Temuan penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan metode pembelajaran yang variatif, adaptif, dan kontekstual dalam program pelatihan keterampilan kecakapan hidup, sehingga dapat mendukung keberhasilan proses pembelajaran sekaligus meningkatkan kompetensi peserta pelatihan secara berkelanjutan</p> A.A Istri Agung Trisnawati IGAR Astarini Suad Agustina Catur Arif Rahmat Kurnia Risa Copyright (c) 2026 Prosiding PITNAS Widyaiswara 2026-01-05 2026-01-05 1 1 401 410 Coaching in Organizations (2018–2024): A Systematic Literature Review on Content, Coach Credibility, and Organizational Context https://ejournal.iwi.or.id/ojs/index.php/pitnas2024/article/view/366 <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan penelitian coaching dengan menelaah tiga dimensi utama: efektivitas, kompetensi coach, dan tantangan implementasi. Systematic Literature Review (SLR) dikombinasikan dengan pendekatan bibliometrik digunakan dengan menganalisis 30 artikel terindeks Scopus periode 2018–2024. Hasil menunjukkan bahwa (1) coaching secara konsisten meningkatkan performa individu, keterlibatan kerja, dan pencapaian tujuan organisasi, (2) kompetensi coach yang paling berpengaruh meliputi kemampuan komunikasi, empati, dan penguasaan teknologi digital, serta (3) tantangan utama terletak pada keselarasan tujuan organisasi, kebutuhan coachee, dan kesiapan budaya organisasi. Diskusi menegaskan pentingnya integrasi coaching dengan transformasi digital dan penyusunan model evaluasi komprehensif. Penelitian ini merekomendasikan organisasi untuk menetapkan standar kompetensi coach berbasis soft skill dan literasi digital, serta mengembangkan kebijakan pendukung agar coaching berfungsi sebagai katalis transformasi organisasi yang adaptif dan berkelanjutan. Penelitian lanjutan disarankan menggunakan pendekatan mixed methods untuk menggali aspek relasional dan kualitatif secara lebih mendalam</p> Leliantika Handitya Deastri Copyright (c) 2026 Prosiding PITNAS Widyaiswara 2026-01-05 2026-01-05 1 1 411 427 Analisis Pengaruh Persepsi Ketercukupan Waktu Pelatihan pada Program Pelatihan Jarak Jauh di Kementerian Keuangan https://ejournal.iwi.or.id/ojs/index.php/pitnas2024/article/view/367 <table> <tbody> <tr> <td> <p>Penelitian ini mengkaji isu strategis dalam penyelenggaraan pelatihan jarak jauh (PJJ) di lingkungan Kementerian Keuangan, khususnya terkait persepsi ketercukupan waktu pelatihan yang berpotensi menurunkan kepuasan dan efektivitas pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh persepsi ketercukupan waktu terhadap tingkat kepuasan peserta, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi terbentuknya persepsi tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis statistik deskriptif, korelasi, dan regresi linear berbasis data sekunder dari evaluasi 25 program PJJ tahun 2023. Data meliputi dimensi kepuasan umum, relevansi materi, kualitas fasilitator, serta penilaian ketercukupan waktu. Uji beda berpasangan dan pengujian model regresi dilakukan untuk menilai hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan adanya gap signifikan antara harapan dan kenyataan ketercukupan waktu (4,52 vs 4,15; t≈10,43; p&lt;0,001). Persepsi ketercukupan waktu berhubungan kuat dengan kepuasan, tercermin dalam korelasi dengan indikator “rekomendasi kepada orang lain” (r≈0,71). Faktor utama yang memengaruhi persepsi ini adalah kemudahan memahami materi (r≈0,77; p≈0,049), kesesuaian metode pembelajaran, serta alokasi waktu untuk tugas/ujian. Sebaliknya, konteks kerja seperti status WFO/WFH dan penugasan kantor terbukti menjadi hambatan eksternal yang mempersempit persepsi waktu. Kesimpulannya, persepsi ketercukupan waktu bukan sekadar persoalan durasi, melainkan hasil interaksi antara desain pedagogis, pengaturan metode, serta dukungan lingkungan kerja. Temuan ini memberikan implikasi praktis bahwa strategi peningkatan kualitas PJJ lebih efektif diarahkan pada perbaikan rancangan instruksional dan manajemen konteks kerja daripada sekadar menambah jam pelatihan.</p> </td> </tr> </tbody> </table> Junaidi M Arif Copyright (c) 2026 Prosiding PITNAS Widyaiswara 2026-01-05 2026-01-05 1 1 428 442 Analisis Bibliometrik Terhadap Efektivitas Layanan Drive Thru Berbasis Vos Viewer https://ejournal.iwi.or.id/ojs/index.php/pitnas2024/article/view/370 <p>Layanan Samsat Drive Thru merupakan inovasi pelayanan publik yang dirancang untuk mempermudah wajib pajak dalam melakukan pengesahan STNK, pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), dan SWDKLLJ tanpa harus turun dari kendaraan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas layanan Samsat Drive Thru melalui pendekatan bibliometrik. Data dikumpulkan dari 1.000 artikel pada Google Scholar periode 2020–2025 menggunakan software Publish or Perish (PoP), kemudian diolah dengan Microsoft Excel dan VOSviewer untuk menghasilkan analisis sitasi serta pemetaan jaringan kata kunci. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 203 publikasi dengan total 383 sitasi, rata-rata 76,60 sitasi per tahun, dan indeks H sebesar 10. Perkembangan publikasi mengalami peningkatan signifikan, dengan puncak pada tahun 2024. Pemetaan bibliometrik mengungkapkan tiga klaster utama, yaitu pencapaian tujuan (goal attainment), integrasi, dan adaptasi. Fokus penelitian juga berkembang dari isu lokal seperti PKB dan Samsat Keliling menuju terminologi global seperti taxpayer compliance, service quality, dan influence, yang menandakan adanya perluasan perspektif penelitian. Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas layanan Samsat Drive Thru tetap menjadi perhatian akademisi, serta memiliki potensi untuk terus dikembangkan sebagai model inovasi pelayanan publik yang mendukung peningkatan kepatuhan wajib pajak dan tata kelola pemerintahan yang baik. Lebih jauh, hasil analisis bibliometrik ini memberikan kontribusi ilmiah penting dengan menyediakan peta pengetahuan yang dapat dijadikan dasar bagi pembuat kebijakan, sekaligus membuka peluang bagi pengembangan studi lebih lanjut di bidang pelayanan publik dan perpajakan</p> Bagas Ramadhani Jasmono Arwanto Harimas Ginting Sutiyo Copyright (c) 2026 Prosiding PITNAS Widyaiswara 2026-01-05 2026-01-05 1 1 443 453 NTB Corporate University : Strategi Pengembangan Kompetensi ASN Untuk Pencapaian Visi Misi Daerah https://ejournal.iwi.or.id/ojs/index.php/pitnas2024/article/view/371 <p>Tulisan ini membahas terkait dengan refleksi dan tantangan implementasi Corporate University (CorpU) di sektor publik khususnya di Nusa Tenggara Barat pasca terbitnya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk memetakan urgensi dan mendorong perencanaan peta jalan dari NTB Corporate University yang tengah memasuki babak baru dari perkembangannya di NTB sejak 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kajian literatur, penelusuran publikasi penelitian, dan regulasi terkait pengembangan kompetensi ASN serta relevansinya bagi pencapaian visi misi organisasi. Pengumpulan data juga menggunakan observasi dan analisis perbandingan dengan temuan yang telah dilakukan penulis dalam 4 tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam melaksanakan ASN Corporate University sebagai strategi pengembangan kompetensi SDM di sektor publik termasuk pada pemerintah daerah, harus disertai dengan pemahaman yang sama (<em>reinforce </em>knowledge) terkait hakikat CorpU dan langkah komprehensif dari segenap elemen agar konsisten dalam mengimplementasikannya. Berdasarkan hasil observasi, setiap elemen dalam organisasi belum memahami terkait Corporate University, termasuk di BPSDMD. Agar menjadi strategi yang bukan sekedar kewajiban atau tren, maka pelaksanaan NTB Corporate University harus memiliki pemahaman yang sama, komitmen pimpinan, dan komitmen menyusun peta jalan (<em>roadmap</em>) yang mampu mengejawantahkan tujuh komponen CorpU. Dengan dukungan segenap elemen mulai dari pimpinan tertinggi, lembaga penyelenggara pelatihan (BPSDMD Provinsi NTB), <em>skill group owner </em>(termasuk widyaiswara),&nbsp; seluruh perangkat daerah, hingga berbagai <em>stakeholders</em>,&nbsp; maka NTB CorpU akan menjadi langkah strategis dalam pengembangan sumber daya manusia aparatur yang akan berkontribusi pada pencapaian visi misi daerah, serta mendukung tujuan nasional. NTB CorpU juga akan menjadi terobosan efektif dalam mewujudkan meritokrasi berbasis manajemen talenta pada pemerintah daerah</p> Nurhikmah Copyright (c) 2026 Prosiding PITNAS Widyaiswara 2026-01-05 2026-01-05 1 1 454 466 Pengaruh Kompetensi Widyaiswara Terhadap Motivasi Belajar Peserta Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja https://ejournal.iwi.or.id/ojs/index.php/pitnas2024/article/view/373 <p>Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis unsur-unsur kompetensi widyaiswara, dan (2) mengetahui seberapa besar pengaruh kompetensi widyaiswara terhadap motivasi belajar peserta orientasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kompetensi widyaiswara terhadap motivasi belajar peserta orientasi. Pengumpulan data dilakukan selama delapan bulan, yang dimulai pada bulan Februari sampai dengan September 2024 di Pekanbaru. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 370 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode triangulasi yaitu: kuesioner, observasi, dan wawancara. Analisis data menggunakan metode regresi linier sederhana, untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kompetensi widyaiswara terhadap motivasi belajar peserta pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 40-50 tahun (54%), memiliki masa kerja 10-20 tahun (76%), berpendidikan sarjana (97%), dan memiliki sertifikat pelatihan sebanyak 10-20 (56%). Penelitian ini menemukan urutan unsur-unsur kompetensi widyaiswara yang berpengaruh terhadap motivasi belajar peserta yaitu: kepribadian, penguasaan substansi, penguasaan metode pembelajaran, kompetensi komunikasi, pengelolaan kelas, penguasaan media pembelajaran, dan penampilan. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa nilai R square kompetensi widyaiswara terhadap motivasi belajar adalah 0,673, artinya kompetensi widyaiswara memiliki pengaruh sebesar 67,3% terhadap motivasi belajar peserta orientasi. Nilai koefisien regresi adalah 0,82 dan nilai sig. 0,000 yang artinya kompetensi widyaiswara berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar peserta</p> Biryanto Copyright (c) 2026 Prosiding PITNAS Widyaiswara 2026-01-05 2026-01-05 1 1 467 479 Peran Teknologi Pembelajaran dalam Sistem Pembelajaran Terpadu: Telaah Kritis Implementasi Corporate University dalam Pemerintahan https://ejournal.iwi.or.id/ojs/index.php/pitnas2024/article/view/374 <table> <tbody> <tr> <td> <p>Pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi salah satu fokus utama RPJMN 2025–2029 dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM). Upaya tersebut diwujudkan melelui <em>Corporate University</em> (Corpu) sebagai sub sistem manajemen talenta yang berorientasi pada peningkatan kapasitas ASN untuk memberikan pelayanan publik yang efektif dan sesuai kebutuhan masyarakat. Namun, implementasi Corpu di lingkungan pemerintah masih menghadapi kendala, antara lain keterbatasan sarana-prasarana, anggaran, serta pemaknaan yang sempit terhadap teknologi pembelajaran yang kerap disamakan hanya dengan media berbasis teknologi informasi. Penelitian ini adalah studi literatur terhadap regulasi, buku, dan artikel ilmiah yang relevan mengenai teknologi pembelajaran, manajemen talenta, dan Corpu. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi pembelajaran berperan dalam mendukung efektivitas Corpu, mencakup Kawasan desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, dan evaluasi pembelajaran. Dengan pemahaman tepat, teknologi pembelajaran dapat mengakomodasi strategi, media dan sumber belajar yang sesuai kebutuhan dan beragam, tidak terbatas pada digitalisasi. Kesimpulannya, Corpu harus dipandang sebagai pendekatan pembelajaran menyeluruh yang mengintegrasikan strategi, regulasi, dan sumber daya manusia. Pemanfaatan teknologi pembelajaran yang tepat akan mendukung implementasi Corpu yang inklusif, efisien, dan dalam pencapaian tujuan RPJMN 2025–2029.</p> </td> </tr> </tbody> </table> Mulya Nanda Oktavia Haryani Hutagalung Copyright (c) 2026 Prosiding PITNAS Widyaiswara 2026-01-05 2026-01-05 1 1 480 499 Analisis Klasifikasi Saran pada Evaluasi Pelatihan ASN Berbasis FastText Embedding dan Convolutional Neural Network https://ejournal.iwi.or.id/ojs/index.php/pitnas2024/article/view/375 <p>Peningkatan kualitas pelayanan pelatihan ASN sangat bergantung pada analisis umpan balik peserta. Evaluasi numerik belum mampu mengungkap masalah spesifik, sementara analisis manual terhadap volume saran yang besar kurang efisien dan rentan subjektivitas. Pemanfaatan Natural Language Processing (NLP) dapat digunakan sebagai salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Pemanfaatan NLP dilakukan dengan mengintegrasikan FastText sebagai <em>word embedding</em> dan arsitektur Deep Learning Convolutional Neural Network (CNN) sebagai <em>classifier</em> saran peserta ke dalam empat aspek layanan&nbsp; yaitu materi, pengajar, tata laksana, dan sarana prasarana. Dataset berjumlah 418 baris saran dari akun sistem informasi pengelolaan pelatihan Bapekom PU Wilayah V Yogyakarta selama tahun 2021-2024 dengan prapemrosesan dan <em>sampling</em> secara berjenjang (80% data latih, 20% data uji). Hasil pelatihan menunjukkan <em>training accuracy</em> sebesar 90,28%, <em>validation accuracy</em> sebesar 80,08% dan <em>test accuracy</em> keseluruhan sebesar 73,0%. Model menunjukkan kemampuan klasifikasi dasar yang memadai, meskipun terdapat indikasi <em>overfitting</em>. Analisis metrik rinci mengungkap kinerja yang bervariasi antar kelas dan misklasifikasi yang terjadi pada kelas dengan variasi kosakata yang cukup besar. Kinerja model cukup baik dan dapat berfungsi sebagai <em>baseline</em>, serta&nbsp; membuka peluang pengembangan lebih lanjut dalam otomasi analisis umpan balik di bidang pelatihan ASN. Hasil klasifikasi dapat menjadi alat bantu pendukung pengambilan keputusan manajemen dalam mengidentifikasi area yang perlu segera ditangani</p> Alfian Najib Anshori Copyright (c) 2026 Prosiding PITNAS Widyaiswara 2026-01-05 2026-01-05 1 1 500 511 Efektivitas Kecerdasan Artificial (AI) dalam Pembelajaran Pelatihan Dasar CPNS https://ejournal.iwi.or.id/ojs/index.php/pitnas2024/article/view/376 <p>Perkembangan teknologi digital, khususnya kecerdasan artifisial (AI), telah membawa inovasi penting dalam bidang pendidikan dan pelatihan aparatur sipil negara. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penerapan AI dalam pembelajaran Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (Latsar CPNS), sekaligus mengidentifikasi persepsi, motivasi, dan keterlibatan peserta terhadap penggunaannya. Penelitian menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan desain embedded, yaitu memadukan pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner dan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam serta observasi. Sampel penelitian terdiri atas 30 peserta Latsar CPNS yang dipilih secara purposive berdasarkan keterlibatan aktif mereka dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memiliki persepsi positif terhadap pemanfaatan AI. Peserta menilai aspek kemudahan penggunaan, manfaat praktis, dan interaktivitas berada pada kategori tinggi. Selain itu, motivasi belajar meningkat karena pengalaman belajar yang lebih adaptif, kontekstual, dan sesuai kebutuhan individu. Temuan kualitatif memperkuat hasil kuantitatif dengan menegaskan peran AI dalam memberikan personalisasi materi, menyediakan umpan balik (feedback) secara real-time, serta menghadirkan pengalaman belajar interaktif yang mendorong partisipasi aktif. Kesimpulannya, penerapan AI terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Latsar CPNS, baik dalam penguasaan kompetensi, motivasi, maupun keterlibatan peserta. Penelitian ini memberikan implikasi strategis bagi lembaga pemerintah untuk mengembangkan model pelatihan berbasis AI yang lebih inovatif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan pembelajaran masa depan</p> M.D. Wicaksono A. Chrisna Putra Copyright (c) 2026 Prosiding PITNAS Widyaiswara 2026-01-05 2026-01-05 1 1 512 518 Kecerdasan Buatan dalam Personalisasi Pembelajaran Pegawai ASN: Studi Literatur Review 2020–2025 https://ejournal.iwi.or.id/ojs/index.php/pitnas2024/article/view/377 <p>Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sejak 2020 telah mendorong transformasi signifikan dalam sistem pembelajaran, termasuk di sektor publik. Dalam konteks pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN), muncul kebutuhan akan model pembelajaran yang personal, adaptif, dan kontekstual agar relevan dengan tuntutan organisasi maupun individu. Studi ini menggunakan metode tinjauan literatur sistematis terhadap artikel internasional dan nasional terbitan 2020–2025, mencakup kajian kompetensi AI di sektor publik (Lāma &amp; Lastovska, 2025), kerangka kompetensi digital dan AI (UNESCO, 2021; Chiu et al., 2024), serta keterampilan kerja era AI di Asia Tenggara (Baki et al., 2023). Hasil analisis menunjukkan bahwa AI mendukung adaptive learning, learning analytics, dan rekomendasi konten berbasis profil ASN, sehingga memungkinkan mekanisme pembelajaran yang lebih responsif terhadap gaya belajar individu. Namun, hambatan utama meliputi keterbatasan infrastruktur digital, kesenjangan kompetensi dasar, serta tingkat kepercayaan ASN terhadap hasil AI. Temuan kunci penelitian ini adalah: (1) personalisasi pembelajaran ASN menuntut integrasi AI adaptif dengan kerangka kompetensi yang terstandar, (2) keberhasilan implementasi dipengaruhi oleh kepercayaan ASN serta budaya organisasi yang mendorong inovasi, dan (3) pelatihan berbasis AI terbukti efektif meningkatkan kompetensi, tetapi memerlukan tata kelola etika dan transparansi. Kesimpulannya, personalisasi pembelajaran berbasis AI berpotensi menjadi strategi penting dalam membangun ASN yang agile, melek digital, dan berdaya saing global.</p> Leliantika Handitya Deastri Dimas Wisnu Ashari Sigit Luhur Pambudi Copyright (c) 2026 Prosiding PITNAS Widyaiswara 2026-01-05 2026-01-05 1 1 519 527 Pengaruh Tingkat Literasi dan Pendidikan Terhadap Tingkat Kemiskinan di Indonesia, serta Implikasi Peran Widyaiswara https://ejournal.iwi.or.id/ojs/index.php/pitnas2024/article/view/378 <table> <tbody> <tr> <td> <p>Kemiskinan masih menjadi salah satu masalah utama di Indonesia yang harus ditindaklanjuti. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti secara empiris pengaruh tingkat literasi dan pendidikan terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia serta studi literatur implikasi peran Widyaiswara terhadap pengaruh tersebut. Tingkat Kemiskinan diukur dengan Persentase Penduduk Miskin yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS), sedangkan Tingkat Literasi dan Pendidikan diukur dengan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) yang dipublikasikan Perpustakaan Nasional, Indeks Literasi Digital (ILD) yang dipublikasikan Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia, dan Rerata Lama Sekolah (RLS) yang dipublikasikan BPS. Uji hipotesis yang digunakan adalah model regresi data panel dengan <em>Weighted-Least Squares</em> (WLS) terhadap sampel 34 provinsi di Indonesia selama tahun 2020 hingga tahun 2022. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat literasi yang diukur dengan IPLM dan pendidikan berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia. Sementara itu, tingkat literasi yang diukur dengan ILD tidak terbukti berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia. Selain itu, peran Widyaiswara menjadi salah satu faktor pendukung dalam penurunan upaya tingkat kemiskinan.</p> </td> </tr> </tbody> </table> Ira Megawati Gunawan Putri Hirza Rahmayati Galih Seta Perdana Copyright (c) 2026 Prosiding PITNAS Widyaiswara 2026-01-05 2026-01-05 1 1 528 538 Peran Strategis Widyaiswara dalam Mengakselerasi Corporate University: Pembelajaran dari Praktik Baik Sektor BUMN https://ejournal.iwi.or.id/ojs/index.php/pitnas2024/article/view/379 <p><em>Corporate University</em> (Corpu) telah menjadi paradigma strategis dalam pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di berbagai institusi, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Studi ini bertujuan menganalisis peran strategis Widyaiswara dalam mengakselerasi implementasi Corpu, dengan fokus pada pembelajaran dari praktik baik di sektor BUMN. Metode penelitian yang digunakan adalah <em>systematic literature review</em> (SLR) dengan integrasi pendekatan <em>scoping review</em> untuk memetakan tren, tantangan, dan peluang dalam pengembangan Corpu di BUMN. Hasil kajian menunjukkan bahwa BUMN telah berhasil membangun ekosistem pembelajaran berkelanjutan melalui sinergi antara inovasi digital, kolaborasi lintas unit bisnis, dan integrasi pengembangan kompetensi ke dalam strategi korporasi. Namun, terdapat kesenjangan dalam peran fasilitator pembelajaran di instansi pemerintah, khususnya Widyaiswara, yang belum sepenuhnya bertransformasi menjadi <em>learning partners</em> strategis sebagaimana di BUMN. Penelitian ini menawarkan model peran Widyaiswara dalam mendukung akselerasi Corpu pada kementerian/lembaga, dengan menekankan inovasi andragogis, adaptasi teknologi digital, serta kolaborasi lintas sektor. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis dalam mendukung transformasi pengembangan kompetensi ASN menuju Indonesia Maju</p> Elfa Norisda Aulianisa Copyright (c) 2026 Prosiding PITNAS Widyaiswara 2026-01-05 2026-01-05 1 1 539 552 Efektivitas Pelatihan IKM-BK Sistem Blended Online-Offline Berbasis Produk Video Dan Modul Ber-HAKI https://ejournal.iwi.or.id/ojs/index.php/pitnas2024/article/view/380 <p>Penelitian ini tentang bagaimana efektivitas pelatihan dengan sistem <em>blended online-offline</em> dengan produk video dan modul ber-HAKI. Tujuan dari penelitian ini mengkaji efektivitas pelatihan dengan sistem <em>blended online-offline</em> berbasis komunitas dengan fokus pada hasil, proses, dan dampaknya terhadap kemampuan peserta dalam mengembangkan Video Pembelajaran Berdiferensiasi dan Video P5RA serta Modul Ajar dan Modul P5RA ber-HAKI serta tersedianya tim kerja yang terlatih dan kompeten dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.. Metodologi penelitian yang digunakan metode deskriptif kualitatif dengan Pendekatan Studi Kasus, yaitu Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka Berbasis Komunitas dengan sistem <em>blended offline-online</em>. Hasil dari penelitian&nbsp; berupa produk inovatif antara lain berupa video&nbsp; pembelajaran berdiferensiasi dan video P5RA serta modul ajar dan modul P5RA yang di-HAKI-kan yang dipublikasikan ke akun <em>youtube</em> Balai Diklat Keagamaan (BDK) Jakarta. &nbsp;Kesimpulan dari penelitian ini produk berupa video dan modul ajar dinilai berkualitas baik dan efektivitas pelatihan sangat tinggi (100%) yaitu peserta menyatakan pelatihan IKM BK memberi manfaat signifikan berupa peningkatan pemahaman Kurikulum Merdeka, menyusun modul ajar, dan strategi pembelajaran berdiferensiasi. Pelatihan IKM BK terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman, keterampilan, serta menghasilkan produk inovatif yang dapat diaplikasikan langsung di kelas serta mendapat HAKI dan di publikasikan di <em>youtube.</em></p> Dermawati Copyright (c) 2026 Prosiding PITNAS Widyaiswara 2026-01-05 2026-01-05 1 1 553 566 Widyaiswara 5.0: Widyaiswara sebagai Arsitek Digital Learning https://ejournal.iwi.or.id/ojs/index.php/pitnas2024/article/view/381 <p>Transformasi pembelajaran di era <em>Society</em> 5.0 menuntut perubahan strategis pada peran Widyaiswara, terutama dalam mengembangkan <em>digital</em> <em>learning</em> yang inovatif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan efektivitas pembelajaran digital bagi ASN, khususnya di Kementerian Keuangan, yang cenderung bersifat pasif dengan kedalaman pemahaman peserta yang kurang terukur. Tujuan penelitian ini adalah memberikan inovasi desain pembelajaran digital yang lebih adaptif, berpusat pada peserta, dan sesuai dengan gaya belajar peserta; sekaligus merumuskan peran Widyaiswara pada program pembelajaran digital inovatif tersebut. Peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan studi literatur, analisis dokumen, serta observasi pada Widyaiswara dan pengelola pembelajaran di Pusdiklat KM BPPK Kementerian Keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Widyaiswara bukan lagi hanya berperan sebagai pengajar, melainkan bertransformasi menjadi <em>learning designer</em>, kurator konten, fasilitator digital, pengendali mutu, sekaligus agen perubahan. Peneliti mengembangkan program <em>Mobile Learning</em> (<em>M-Learning</em>) yang merupakan bentuk pembelajaran inovatif yang menggunakan kombinasi antara media sosial terfavorit dengan pusat <em>knowledge </em>Kementerian Keuangan, yaitu KLC. <em>M-Learning</em> didesain sebagai pembelajaran eksklusif yang fleksibel, mulai dari cara belajar, waktu belajar, format bahan ajar, hingga evaluasi pembelajarannya. <em>M-Learning </em>juga mengembangkan <em>Fast Facts </em>sebagai <em>repository </em>pengetahuan yang bersumber dari masalah kerja di lapangan. Tantangan yang diidentifikasi dalam pengembangan <em>M-Learning</em> meliputi desain pedagogis yang ringkas namun mendalam, kesiapan kompetensi digital Widyaiswara, koordinasi lintas unit, serta motivasi dan kemandirian belajar peserta. <em>M-Learning</em> berpotensi menjadi model unggulan pembelajaran digital bagi ASN jika ditopang oleh penguatan desain, peningkatan kapasitas digital Widyaiswara, optimalisasi infrastruktur, serta monitoring berkelanjutan.</p> Ita Dwi Haryanti Elvira Andriyani Copyright (c) 2026 Prosiding PITNAS Widyaiswara 2026-01-05 2026-01-05 1 1 567 585 Pemanfaatan Limbah Cangkang Scallop sebagai Material Ramah Lingkungan untuk Konstruksi Berkelanjutan di Indonesia https://ejournal.iwi.or.id/ojs/index.php/pitnas2024/article/view/382 <table> <tbody> <tr> <td> <p>Beton merupakan material yang penting dalam konstruksi, namun sayangnya, proses produksi semen menyumbang emisi karbon dioksida (CO₂) ke atmosfer. Oleh sebab itu, diperlukan inovasi material alternatif pengganti semen yang lebih ramah lingkungan, serta mendukung konsep pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini berfokus pada potensi pemanfaatan limbah cangkang kerang <em>scallop</em> <em>(Pecten maximus)</em> sebagai bahan substitusi parsial semen dalam pembuatan beton. Sampel limbah cangkang kerang dianalisis menggunakan berbagai instrumen mikroanalisis, antara lain XRD untuk mempelajari perubahan fase kristal CaCO₃, TG-DTA untuk mengevaluasi stabilitas termal, serta SEM untuk mengamati morfologi permukaan cangkang kerang. Hasil mikroanalisis menunjukkan bahwa cangkang <em>scallop</em> mengandung kalsium karbonat (CaCO₃), yang melalui proses kalsinasi dapat diubah menjadi kalsium oksida (CaO) dengan sifat serupa semen. Selain itu, hasil analisis menunjukan bahwa CaCO₃ dalam cangkang <em>scallop</em> berfase kalsit dan dapat terdekomposisi sempurna pada suhu kalsinasi optimum 740 °C. Substitusi hingga 5% limbah cangkang kerang dalam campuran beton masih mampu mempertahankan kekuatan tekan yang memadai. Temuan ini menegaskan bahwa daur ulang limbah cangkang kerang <em>scallop</em> memiliki potensi besar sebagai bahan pengganti semen yang ramah lingkungan, sekaligus berkontribusi dalam mengurangi dampak negatif industri semen terhadap lingkungan. Pada akhirnya, pemanfaatan limbah <em>biowaste</em> ini dapat menjadi solusi penting dan inovatif untuk mendukung agenda pembangunan berkelanjutan, pencapaian target <em>Sustainable Development Goals</em> (SDGs) di Indonesia sekaligus mendorong penguatan STEM (<em>Science, Technology, Engineering, and Mathematics)</em><em>.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table> Novik Kurohman Copyright (c) 2026 Prosiding PITNAS Widyaiswara 2026-01-05 2026-01-05 1 1 586 601 Strategi Peningkatan Peran Widyaiswara Dalam Mewujudkan ASN Adaptif https://ejournal.iwi.or.id/ojs/index.php/pitnas2024/article/view/383 <p>Perkembangan teknologi informasi di era revolusi industri 4.0 menuntut Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjadi adaptif, inovatif, dan berdaya saing global. Core value ASN “BerAKHLAK” yang diluncurkan Presiden Joko Widodo menegaskan pentingnya nilai adaptif dalam menghadapi perubahan. Widyaiswara, sebagai pendidik dan pelatih ASN, memiliki peran strategis dalam membentuk kompetensi, kapasitas, serta karakter ASN agar mampu menyesuaikan diri dengan dinamika teknologi dan kebutuhan pelayanan publik modern. Namun, peran ini menghadapi tantangan, diantaranya dominasi widyaiswara generasi baby boomers dengan keterbatasan literasi digital, kesenjangan generasi dengan ASN muda, serta keterbatasan infrastruktur pelatihan. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun strategi dan langkah-langkah peningkatan peran widyaiswara dalam mewujudkan ASN adaptif. Hasil menunjukkan bahwa strategi kunci widyaiswara dalam mewujudkan nilai dasar (core value) ASN adaptif adalah berani berpikir konstruktif, keluar dari zona nyaman, cepat menyesuaikan diri menghadapi perubahan, terus berinovasi dan mengembangkan kreativitas, bertindak proaktif dan kolaboratif dalam peran strategisnya. Langkah-langkah yang dapat dilakukan yaitu penyusunan desain program pelatihan khusus, metode pembelajaran yang efektif, mengintegrasikan nilai-nilai adaptif dalam kurikulum pelatihan, konseling peserta, pengembangan materi pembelajaran inovatif, kolaborasi dan pertukaran pengetahuan, dan evaluasi dan pemantauan peatihan dalam mewujudkan core value ASN adaptif. Dengan menerapkan strategi tersebut, widyaiswara dapat berperan sebagai agen perubahan yang memperkuat budaya adaptif ASN dalam mewujudkan birokrasi berkelas dunia</p> Heris Kustiningsih Mochammad Irfan Soleh Copyright (c) 2026 Prosiding PITNAS Widyaiswara 2026-01-05 2026-01-05 1 1 602 614 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Pelatihan Pengadaan Barang/Jasa Bagi Pejabat Pembuat Komitmen Model Blended Learning Dalam Jaringan (Daring) Penuh https://ejournal.iwi.or.id/ojs/index.php/pitnas2024/article/view/384 <table> <tbody> <tr> <td> <p>Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia pada tahun 2020-2022 tidak hanya berdampak pada kesehatan manusia, tetapi juga memiliki dampak bagi seluruh peri kehidupan manusia, termasuk berdampak pada pendekatan pembelajaran pelatihan pengadaan barang/jasa pemerintah (PBJ). Kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) PBJ tetap harus dikembangkan, sementara di sisi lain, kita harus mengikuti protokol ketat agar pendemi tidak menyebar dan menimbulkan dampak yang lebih berbahaya. Apa saja yang mempengaruhi pelaksanaan pelatihan teknis PBJ ini? Analisis masalah dilakukan agar pelatihan teknis PBJ tetap memiliki dampak yang sama jika dibanding dengan pembelajaran secara luring penuh. Metode penelitian yang digunakan statistik deskriptif dengan tambahan kuesioner evaluasi bagi alumni pelatihan teknis PBJ PPK SKKNI selama masa pandemi covid-19 berlangsung. Diperoleh hasil riset bahwa, seluruhnya peserta pelatihan teknis PBJ PPK SKKNI ini tidak puas dengan pendekatan daring penuh. Beberapa argumentasi yang disampaikan (1) pelatihan teknis PBJ menggunakan praktik kerja, diskusi langsung terkait praktik, cukup terhalang dalam proses pengerjaan tugas. (2) pemelajar merasakan kesulitan dan kelelahan melakukan penyesuaian bertatap muka dengan gawai. (3) beragamnya wilayah peserta menjadikan tidak efektif dalam pelaksanaan pelatihan. Misal, Peserta dari wilayah timur sudah meminta ijin pulang terlebih dahulu karena waktu pelaksanaan 2 (dua) jam lebih cepat. (4) ada potensi abuse dalam mematikan kamera gawai. Alasan yang disampaikan, jaringan tidak memadai, kamera rusak atau dipanggil pimpinan menghadap. Dengan memperhatikan ini, maka pelatihan teknis PBJ dengan menggunakan blended learning secara daring penuh perlu ditinjau ulang atau dicari pendekatan yang lebih sesuai dengan karakter peserta latih (pemelajar).</p> </td> </tr> </tbody> </table> Tri Susanto Copyright (c) 2026 Prosiding PITNAS Widyaiswara 2026-01-05 2026-01-05 1 1 615 633