Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Pelatihan Pengadaan Barang/Jasa Bagi Pejabat Pembuat Komitmen Model Blended Learning Dalam Jaringan (Daring) Penuh

  • Tri Susanto Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
Keywords: Pelatihan Teknis PBJ, PPK, Daring Penuh, Blended Learning, Pandemi Covid-19

Abstract

Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia pada tahun 2020-2022 tidak hanya berdampak pada kesehatan manusia, tetapi juga memiliki dampak bagi seluruh peri kehidupan manusia, termasuk berdampak pada pendekatan pembelajaran pelatihan pengadaan barang/jasa pemerintah (PBJ). Kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) PBJ tetap harus dikembangkan, sementara di sisi lain, kita harus mengikuti protokol ketat agar pendemi tidak menyebar dan menimbulkan dampak yang lebih berbahaya. Apa saja yang mempengaruhi pelaksanaan pelatihan teknis PBJ ini? Analisis masalah dilakukan agar pelatihan teknis PBJ tetap memiliki dampak yang sama jika dibanding dengan pembelajaran secara luring penuh. Metode penelitian yang digunakan statistik deskriptif dengan tambahan kuesioner evaluasi bagi alumni pelatihan teknis PBJ PPK SKKNI selama masa pandemi covid-19 berlangsung. Diperoleh hasil riset bahwa, seluruhnya peserta pelatihan teknis PBJ PPK SKKNI ini tidak puas dengan pendekatan daring penuh. Beberapa argumentasi yang disampaikan (1) pelatihan teknis PBJ menggunakan praktik kerja, diskusi langsung terkait praktik, cukup terhalang dalam proses pengerjaan tugas. (2) pemelajar merasakan kesulitan dan kelelahan melakukan penyesuaian bertatap muka dengan gawai. (3) beragamnya wilayah peserta menjadikan tidak efektif dalam pelaksanaan pelatihan. Misal, Peserta dari wilayah timur sudah meminta ijin pulang terlebih dahulu karena waktu pelaksanaan 2 (dua) jam lebih cepat. (4) ada potensi abuse dalam mematikan kamera gawai. Alasan yang disampaikan, jaringan tidak memadai, kamera rusak atau dipanggil pimpinan menghadap. Dengan memperhatikan ini, maka pelatihan teknis PBJ dengan menggunakan blended learning secara daring penuh perlu ditinjau ulang atau dicari pendekatan yang lebih sesuai dengan karakter peserta latih (pemelajar).

Published
2026-01-05