Pemanfaatan Limbah Cangkang Scallop sebagai Material Ramah Lingkungan untuk Konstruksi Berkelanjutan di Indonesia
Abstract
Beton merupakan material yang penting dalam konstruksi, namun sayangnya, proses produksi semen menyumbang emisi karbon dioksida (CO₂) ke atmosfer. Oleh sebab itu, diperlukan inovasi material alternatif pengganti semen yang lebih ramah lingkungan, serta mendukung konsep pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini berfokus pada potensi pemanfaatan limbah cangkang kerang scallop (Pecten maximus) sebagai bahan substitusi parsial semen dalam pembuatan beton. Sampel limbah cangkang kerang dianalisis menggunakan berbagai instrumen mikroanalisis, antara lain XRD untuk mempelajari perubahan fase kristal CaCO₃, TG-DTA untuk mengevaluasi stabilitas termal, serta SEM untuk mengamati morfologi permukaan cangkang kerang. Hasil mikroanalisis menunjukkan bahwa cangkang scallop mengandung kalsium karbonat (CaCO₃), yang melalui proses kalsinasi dapat diubah menjadi kalsium oksida (CaO) dengan sifat serupa semen. Selain itu, hasil analisis menunjukan bahwa CaCO₃ dalam cangkang scallop berfase kalsit dan dapat terdekomposisi sempurna pada suhu kalsinasi optimum 740 °C. Substitusi hingga 5% limbah cangkang kerang dalam campuran beton masih mampu mempertahankan kekuatan tekan yang memadai. Temuan ini menegaskan bahwa daur ulang limbah cangkang kerang scallop memiliki potensi besar sebagai bahan pengganti semen yang ramah lingkungan, sekaligus berkontribusi dalam mengurangi dampak negatif industri semen terhadap lingkungan. Pada akhirnya, pemanfaatan limbah biowaste ini dapat menjadi solusi penting dan inovatif untuk mendukung agenda pembangunan berkelanjutan, pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia sekaligus mendorong penguatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).

