Widyaiswara 5.0: Widyaiswara sebagai Arsitek Digital Learning
Abstract
Transformasi pembelajaran di era Society 5.0 menuntut perubahan strategis pada peran Widyaiswara, terutama dalam mengembangkan digital learning yang inovatif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan efektivitas pembelajaran digital bagi ASN, khususnya di Kementerian Keuangan, yang cenderung bersifat pasif dengan kedalaman pemahaman peserta yang kurang terukur. Tujuan penelitian ini adalah memberikan inovasi desain pembelajaran digital yang lebih adaptif, berpusat pada peserta, dan sesuai dengan gaya belajar peserta; sekaligus merumuskan peran Widyaiswara pada program pembelajaran digital inovatif tersebut. Peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan studi literatur, analisis dokumen, serta observasi pada Widyaiswara dan pengelola pembelajaran di Pusdiklat KM BPPK Kementerian Keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Widyaiswara bukan lagi hanya berperan sebagai pengajar, melainkan bertransformasi menjadi learning designer, kurator konten, fasilitator digital, pengendali mutu, sekaligus agen perubahan. Peneliti mengembangkan program Mobile Learning (M-Learning) yang merupakan bentuk pembelajaran inovatif yang menggunakan kombinasi antara media sosial terfavorit dengan pusat knowledge Kementerian Keuangan, yaitu KLC. M-Learning didesain sebagai pembelajaran eksklusif yang fleksibel, mulai dari cara belajar, waktu belajar, format bahan ajar, hingga evaluasi pembelajarannya. M-Learning juga mengembangkan Fast Facts sebagai repository pengetahuan yang bersumber dari masalah kerja di lapangan. Tantangan yang diidentifikasi dalam pengembangan M-Learning meliputi desain pedagogis yang ringkas namun mendalam, kesiapan kompetensi digital Widyaiswara, koordinasi lintas unit, serta motivasi dan kemandirian belajar peserta. M-Learning berpotensi menjadi model unggulan pembelajaran digital bagi ASN jika ditopang oleh penguatan desain, peningkatan kapasitas digital Widyaiswara, optimalisasi infrastruktur, serta monitoring berkelanjutan.

