Optimalisasi Diversifikasi Pangan Lokal untuk Kedaulatan Pangan di Sulawesi Tenggara: Analisis Potensi Jagung, Sagu, dan Sorgum sebagai Alternatif Karbohidrat Non-Beras

  • Ardyan Pradana Putra BPSDM Provinsi Sulawesi Tenggara
  • Rizqi Fithratullah BPSDM Provinsi Sulawesi Tenggara
  • Tiara Mayang Pratiwi Lio BPSDM Provinsi Sulawesi Tenggara
Keywords: diversifikasi pangan, jagung, sagu, sorgum, kedaulatan pangan

Abstract

Ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap beras sebagai sumber utama karbohidrat masih menjadi tantangan serius dalam mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional. Di Provinsi Sulawesi Tenggara, tingkat konsumsi beras tercatat tinggi, yakni sekitar 114 kg per kapita per tahun, sementara pemanfaatan komoditas pangan lokal seperti jagung, sagu, dan sorgum masih berada pada skala terbatas. Padahal, ketiga tanaman ini memiliki potensi besar untuk dioptimalkan sebagai alternatif pangan pokok yang lebih beragam dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi jagung, sagu, dan sorgum dalam mendukung strategi diversifikasi pangan lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat kedaulatan pangan daerah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-eksploratif berbasis studi literatur dan analisis data sekunder dari BAPANAS, BPS Sultra, DTPH Sultra, media daring serta referensi & literatur ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa produksi jagung di Sulawesi Tenggara pada tahun 2024 mencapai 124.996,74 ton, dengan tiga kabupaten sentra utama yaitu Konawe Selatan, Muna, dan Kolaka Timur. Produksi sagu relatif stagnan dengan kenaikan kecil (meningkat 0,19%). Sementara sorgum telah dikembangkan dilahan 30–40 hektare di Kolaka Timur dengan produktivitas 8–10 ton/ha dan panen hingga tiga kali setahun. Potensi ini menunjukkan peluang besar untuk pengembangan produk pangan lokal bernilai tambah tinggi. Penelitian merekomendasikan intervensi kebijakan yang meliputi edukasi konsumsi pangan lokal, penguatan agroindustri berbasis komoditas daerah, serta pembentukan ekosistem pasar yang mendukung keberlanjutan diversifikasi pangan non-beras di Sulawesi Tenggara.

Published
2026-01-05