Analisis Ekoteologi Konteks Eco-Masjid, Eco-Madrasah dan Eco-Pesantren dalam Ketahanan Pangan di Indonesia
Abstract
Tujuan penelitian, untuk menganalisis: 1) permasalahan ketahanan pangan di Indonesia; 2) Implementasi ekoteologi dalam menunjang ketahanan pangan di Indonesia; 3) Strategi penerapan Eco-Masjid, Eco-Madrasah dan Eco-Pesantren, Metode Penelitian Deskriptif Kualitatif yaitu menguraikan tentang fenomena ketahanan pangan dikaitkan dengan ekoteologi dalam konteks Eco-Masjid, Eco-Madrasah dan Eco-Pesantren. Sumber Data: Jurnal dan artikel. Hasil Penelitian Pertama, Permasalahan ketahanan pangan di Indonesia: a) Alih Fungsi dan Degradasi Lahan Pertanian. b) Dampak Perubahan Iklim; perubahan jangka panjang dalam pola suhu, curah hujan, angin, dan peristiwa cuaca ekstrem akibat peningkatan gas rumah kaca. c) Kesejahteraan Petani Rendah. Ke dua, implementasi ekoteologi ketahanan pangan di Indonesia, yaitu: 1) Kesadaran spiritual terhadap alam ciptaan Tuhan; 2) Gaya hidup sederhana tidak konsumtif; 3) Dukungan pertanian berkelanjutan; 4) Transportasi ramah lingkungan dan konservasi energy; 5) Kegiatan keagamaan ramah lingkungan; 6) Pendidikan dan pengaruh sosial berbasis iman. Ke tiga, Strategi penerapan Eco-Masjid, Eco-Madrasah dan Eco-pesantren yaitu: Strategi Penerapan Eco-masjid tidak hanya berfungsi tempat ibadah, tetapi pusat edukasi dan aksi nyata menjaga kelestarian lingkungan. Implementasi Eco-Madrasah dan Eco-Madrasah tidak sebatas pengelolaan fasilitas fisik yang ramah lingkungan, tetapi juga mencakup kurikulum, budaya sekolah, dan keterlibatan seluruh warga madrasah. Kesimpulan: Eco-masjid dan Eco-madrasah dan Eco-pesantren merupakan inovasi penting dalam menjawab tantangan kerusakan lingkungan. Rekomendasi: Lembaga pendidikan Islam perlu menyisipkan pendidikan lingkungan dalam pembelajaran

