Transformasi Digital dalam Pemberantasan Korupsi dan Peningkatan Pelayanan Publik: Studi Komparatif Implementasi Zona Integritas
Abstract
Penelitian ini menganalisis implementasi Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) melalui studi komparatif pada BBPMP Provinsi Jawa Tengah (Situs 1) dan BBPPMPV BOE Malang (Situs 2). Reformasi birokrasi ini bertujuan menciptakan pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan melayani. Penelitian kualitatif dengan desain studi kasus multikasus ini menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi sebagai sumber data, yang kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana. Temuan penelitian ini dapat dirangkum dalam akronim PRIMA, yang meliputi: Pimpinan Berkomitmen, Reformasi Budaya dan Sumber Daya Manusia (SDM), Inovasi Digital dan Sistematisasi Pelayanan, Manajemen Pengawasan Terintegrasi, serta Akuntabilitas dan Kepuasan Layanan. Komitmen pimpinan yang kuat merupakan fondasi vital di kedua situs, namun strategi implementasi dan tantangan utamanya berbeda. BBPMP Jawa Tengah menghadapi tantangan dominan pada aspek faktor manusia (perubahan pola pikir pegawai) dan karenanya fokus pada pengembangan SDM. Sebaliknya, BBPPMPV BOE Malang, yang telah memiliki fondasi manajemen mutu ISO 9001 versi 2000, cenderung lebih fokus pada inovasi pelayanan berbasis digitalisasi. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa tidak ada satu formula tunggal untuk keberhasilan ZI; strategi adaptif sangat bergantung pada diagnosis kendala dan kapabilitas awal organisasi. Pengalaman dengan standar mutu eksternal seperti ISO dapat berfungsi sebagai prasyarat yang mempercepat adopsi ZI dan menggeser fokus kendala dari faktor manusia ke optimalisasi sistem melalui teknologi. Penelitian ini berkontribusi memperkaya literatur reformasi birokrasi dengan menyoroti dinamika perubahan, peran kapabilitas awal, dan pentingnya analisis kontekstual dalam perumusan strategi ZI yang efektif

