Kewidyaiswaraan dalam Aksi: Mendorong Transformasi SDM Kesehatan Menuju Indonesia Maju
Abstract
Transformasi pengembangan kompetensi ASN merupakan kebutuhan strategis dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045. Dalam konteks ini, Widyaiswara memiliki peran sentral sebagai arsitek pembelajaran yang inovatif, reflektif, dan adaptif terhadap digitalisasi. Kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi pembelajaran berbasis microlearning, storytelling, refleksi partisipatif, serta pemanfaatan media digital seperti e-book interaktif dan video pembelajaran. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan refleksi praktik pelatihan di lingkungan Balai Pelatihan Kesehatan Cikarang. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara informal, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang kontekstual dan berbasis pengalaman mampu meningkatkan keterlibatan peserta, membangun kesadaran profesional, serta memperkuat nilai-nilai pelayanan publik.Strategi digital seperti microlearning dan media sosial edukatif memberikan fleksibilitas dan efisiensi dalam proses belajar, sementara pendekatan reflektif mendorong transformasi sikap dan perilaku kerja ASN. Kajian ini menegaskan bahwa Widyaiswara perlu bertransformasi dari fasilitator menjadi katalisator perubahan, dengan merancang pembelajaran yang bermakna dan berdampak.Temuan ini memberikan rekomendasi strategis bagi penguatan kapasitas Widyaiswara dan pengembangan ekosistem pelatihan yang mendukung transformasi SDM kesehatan menuju Indonesia Maju.

