Integrasi Echotehelogy pada Pelatihan Moderasi Beragama di Balai Diklat Keagamaan Makassar
Abstract
Integrasi Echotehelogy pada pelatihan moderasi beragama merupakan pendekatan inti yang mentransformasikan konsep moderasi dari pengetahuan abstrak menjadi keyakinan internal yang kokoh dan keterampilan aplikasi kontekstual yang bertanggung jawab, melalui proses pengulangan reflektif (echo) dan perenungan mendasar (theology) atas nilai-nilai teologis-sosial, sehingga menghasilkan agen moderasi yang otentik dan kompeten. Tujuan dari artikel ini untuk menganalisis Integrasi Echotehelogy pada Pelatihan Moderasi Beragama di Balai Diklat Keagamaan Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Peneliti hanya mendeskripsikan data dalam bentuk rangkaian kalimat Sedangkan penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif, yang menjelasakan tentang fenomena, gejala, peristiwa, dan kejadian yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Integrasi Eco-theology dalam pelatihan moderasi beragama di Balai Diklat Keagamaan Makassar telah berhasil menciptakan pendekatan baru yang menggabungkan nilai-nilai toleransi keagamaan dengan kesadaran lingkungan hidup. Program ini terbukti efektif dalam membentuk peserta pelatihan yang tidak hanya memahami moderasi beragama sebagai sikap toleran terhadap pemeluk agama lain, tetapi juga sebagai tanggung jawab untuk menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari ajaran agama. Keberhasilan integrasi ini terlihat dari perubahan positif dalam pemahaman dan perilaku peserta yang mulai mengembangkan praktik-praktik keagamaan yang ramah lingkungan di komunitas mereka masing-masing. Model pembelajaran yang dikembangkan BDK Makassar ini memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan pendidikan keagamaan di Indonesia, membuktikan bahwa moderasi beragama yang sejati harus mencakup keseimbangan dalam hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta, sehingga tercipta generasi yang beriman, toleran, dan peduli lingkungan.

