Mengakselerasi Kompetensi Guru Indonesia melalui Model Pelatihan Guru Berbasis Personalized Learning: Analisis Reflektif Transcontinental Training Australia–Indonesia)
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Personalized Learning dalam program Transcontinental Training: Advancing Indonesian Education through Australian Best Practices in Personalized Learning kerjasama Kementerian Agama dan University of Canberra, serta mengidentifikasi dampaknya terhadap peningkatan kompetensi peserta, merumuskan strategi peningkatan efektivitas pelatihan guru berbasis Personalized Learning dan, dalam upaya akselerasi peningkatan kompetensi guru juga menyusun desain model pelatihan yang adaptif dengan konteks pendidikan Indonesia. Pendekatan penelitian menggunakan analisis reflektif atas pengalaman empiris peserta yang mengikuti program serta kajian pustaka untuk memperkuat landasan konseptual model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Personalized Learning berdampak positif terhadap peningkatan motivasi, keterlibatan aktif, kepercayaan diri, dan perluasan wawasan peserta. Refleksi peserta memperlihatkan perbedaan signifikan antara pendekatan Personalized Learning yang lebih personal, reflektif, dan kolaboratif dibanding praktik umum di Indonesia yang masih seragam dan berpusat pada guru. Strategi yang dirumuskan meliputi pemetaan kebutuhan awal, kurikulum fleksibel, peran fasilitator sebagai mentor, pemanfaatan teknologi, serta evaluasi berkelanjutan berbasis refleksi dan portofolio. Sebagai keluaran akhir, penelitian ini menghasilkan desain model pelatihan guru berbasis Personalized Learning dengan lima tahap: analisis profil guru, perancangan learning path individual, implementasi pelatihan fleksibel, refleksi dan praktik di kelas, serta evaluasi dan tindak lanjut. Model ini diperkuat oleh komponen utama seperti profil belajar guru, konten adaptif, coaching personal, dan e-portfolio. Rekomendasi strategis meliputi pengembangan model sesuai konteks lokal, penerapan blended learning, penguatan coaching dan mentoring, serta integrasi e-portfolio untuk mendukung keberlanjutan pengembangan kompetensi guru. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan model pelatihan guru berbasis Personalized Learning yang tidak hanya berorientasi pada adopsi praktik internasional, tetapi juga bersifat adaptif dengan konteks pendidikan Indonesia.

