Peran Strategis Widyaiswara dalam Akselerasi Pembangunan Zona Integritas–WBBM: Studi Kasus PPSDM Kemendikdasmen Tahun 2023-2024

  • Novia Nurul Badi’ah PPSDM Kemendikdasmen
Keywords: Zona Integritas, Peran Widyaiswara, Reformasi Birokrasi, Transformasi Birokrasi

Abstract

Transformasi birokrasi di lembaga pelatihan menuntut hadirnya agen perubahan yang mampu menerjemahkan kebijakan integritas ke dalam praktik nyata. Di lembaga pelatihan, peran widyaiswara menjadi krusial, tidak hanya sebagai instruktur tetapi juga sebagai perancang kurikulum, penggerak pelatihan, dan teladan integritas. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi widyaiswara sebagai agen perubahan dalam mengakselerasi implementasi pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di PPSDM Kemendikdasmen. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan sumber data berupa dokumen kelembagaan (LKE ZI, laporan bangkom, laporan agen perubahan, dan laporan kemajuan ZI), serta data survei eksternal (SPKP dan SPAK) yang dianalisis secara triangulatif dengan PermenPANRB Nomor 90 Tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa widyaiswara memiliki kontribusi multifaset: (1) instruksional, melalui pengembangan kurikulum dan pelaksanaan berbagai pelatihan strategis yang memperkuat kapasitas ASN; (2) digitalisasi pembelajaran, dengan pemanfaatan platform Wiyata Kinarya dan integrasi sistem administrasi pelatihan; (3) pembentukan budaya kerja, melalui keteladanan dan internalisasi nilai anti-korupsi; (4) penguatan layanan publik inklusif yang ramah disabilitas; serta (5) pengawalan monitoring-evaluasi rencana aksi ZI. Data survei eksternal menunjukkan capaian Indeks Persepsi Kualitas Pelayanan (IPKP) sebesar 3,76 dan Indeks Persepsi Anti-Korupsi (IPAK) sebesar 3,92, melampaui ambang batas 3,60. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa akselerasi implementasi ZI di PPSDM Kemendikdasmen sangat dipengaruhi oleh kiprah widyaiswara sebagai agen perubahan strategis. Rekomendasi yang diajukan meliputi penguatan kapasitas dan kelembagaan peran widyaiswara, penyempurnaan kurikulum pelatihan berbasis kebutuhan organisasi, serta penguatan strategi komunikasi publik agar inovasi ZI berkelanjutan dan terukur. Temuan penting bahwa peran widyaiswara sebagai agen perubahan bukan hanya instruksional, tetapi strategis untuk memadukan reformasi birokrasi dengan praktik pembelajaran dan layanan publik.

Published
2025-12-09