Transformasi Pengembangan Kompetensi Trainer Sektor Publik: Analisis Bibliometrik tentang Digitalisasi, Inklusivitas, dan Keberlanjutan (2014–2024)
Abstract
Transformasi pengembangan kompetensi trainer sektor publik semakin relevan di era digital yang menuntut inovasi, inklusivitas, dan keberlanjutan. Meski demikian, penelitian global tentang isu ini masih terfragmentasi dan belum memberikan gambaran komprehensif mengenai tren maupun kesenjangan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan lanskap publikasi ilmiah terkait pengembangan kompetensi trainer sektor publik pada periode 2014–2024. Data diambil dari basis Scopus dengan total 4.720 dokumen, kemudian dianalisis menggunakan metode bibliometrik dengan bantuan perangkat lunak VOSviewer dan pendekatan PRISMA untuk seleksi publikasi relevan. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan publikasi terutama pasca pandemi COVID-19, menandai akselerasi digitalisasi pelatihan. Amerika Serikat, Inggris, dan Australia menjadi kontributor utama, sementara negara Asia seperti Indonesia, India, dan Tiongkok mulai menunjukkan keterlibatan yang meningkat meski masih terbatas pada jejaring kolaborasi global. Analisis kata kunci mengidentifikasi dominasi istilah training dan education yang beririsan dengan subtema digital literacy, simulation, interprofessional education, dan curriculum innovation. Visualisasi ko-okurensi menghasilkan lima klaster besar: (1) inovasi kurikulum dan pembelajaran, (2) digitalisasi dan pembelajaran adaptif, (3) kompetensi abad ke-21, (4) kebijakan publik dan inklusivitas, serta (5) pendidikan teknis dan vokasi. Temuan ini menegaskan adanya transformasi paradigma dari model pelatihan tradisional menuju pendekatan multidisipliner yang menekankan digitalisasi, inklusivitas, dan keberlanjutan. Rekomendasi kebijakan diarahkan pada penguatan continuous professional development (CPD) ASN, perluasan MOOC dan blended learning, serta pengintegrasian isu keberlanjutan dan inklusivitas ke dalam kurikulum pelatihan publik di Indonesia.

