Model Terpadu Kapabilitas SDM dan Pemantauan Bendungan untuk Optimalisasi Ketahanan Air, Pangan, dan Energi
Main Article Content
Abstract
Penguatan kompetensi pengelola bendungan diperlukan untuk menjaga keselamatan struktur, efektivitas operasi, dan kualitas pengambilan keputusan. Kajian ini merumuskan strategi peningkatan kompetensi yang terintegrasi melalui tiga pilar: pelatihan berkelanjutan berbasis kompetensi, mekanisme transfer pengetahuan yang sistematis, dan teknologi pemantauan terintegrasi. Penelitian menggunakan desain kualitatif-deskriptif dengan literature review, telaah kebijakan/pedoman teknis, serta interpretasi temuan observasi untuk memetakan kebutuhan dan hambatan peningkatan kompetensi. Hasil analisis menunjukkan kebutuhan kompetensi inti mencakup teknis-operasional, manajerial, mitigasi risiko, dan literasi teknologi. Strategi yang diusulkan memperluas akses pembelajaran dan mendukung pengelolaan bendungan berbasis data untuk mendukung ketahanan air, pangan, dan energi.
Competency strengthening for dam management personnel is essential to safeguard structural safety, enhance operational effectiveness, and improve the quality of decision-making. This study formulates an integrated competency development strategy built on three pillars: competency-based continuous training, systematic knowledge-transfer mechanisms, and integrated monitoring technologies. The research adopts a qualitative descriptive design, employing a literature review, an examination of relevant policies and technical guidelines, and the interpretation of observational findings to map competency needs and key barriers to competency improvement. The analysis indicates that core competency requirements involve technical–operational, managerial, risk-mitigation, and technological literacy domains. The proposed strategy broadens access to learning and supports data-driven dam management to strengthen national water, food, and energy security.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan naskahnya pada jurnal ini setuju dengan beberapa hal berikut ini:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama pada jurnal ini dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Creative Commons Attribution License yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan memberikan pengakuan kepengarangan publikasi awal pada jurnal ini.
- Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan mencatumkan sumber publikasi awal pada jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman naskah pada jurnal ini, karena hal itu dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan.
References
Balai Wilayah Sungai Sumatera I. (2025). Pentingnya pengelolaan bendungan bagi masyarakat dan fungsi-fungsi bendungan dalam irigasi, air baku, pembangkit listrik, pengendalian banjir, konservasi, dan manajemen risiko. Medan.
Efendi, S. S., Ruzziyatno, R., Riandini, F., Ferdian, I., & Agriani, N. B. (2020). Peran lembaga pelatihan dalam meningkatkan kompetensi pengelola bendungan di Kementerian PUPR. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kementerian PUPR, Bandung.
Firmanti, A., & Suprayogi, H. (2018). Tantangan terkini dalam pembangunan dan pengelolaan pembangunan bendungan. Presentasi Seminar Nasional Bendungan Besar, Komite Nasional Indonesia untuk Bendungan Besar (KNIBB), Mataram.
Garrison, D. R., & Anderson, T. (2003). E-learning in the 21st century: A framework for research and practice. Routledge/Falmer.
Hana, M. A. P., Tanjung, M. I., & Ghafara, R. (2020). Penilaian risiko keamanan bendungan di Jawa Timur. Jurnal Teknik Hidraulik, Puslitbang Sumber Daya Air, Bandung.
Hartadi, M. (2021). Makalah bendungan urugan dalam mendukung pengelolaan sumber daya air. Webinar Nasional Bendungan Besar, Balai Teknik Bendungan Kementerian PUPR dan Komite Nasional Bendungan Besar (KNIBB).
Indrawan., & Otani. (2013). Penilaian risiko bendungan Pelaparado berbasis metode modifikasi ICOLD dan metode indeks risiko. Kementerian PUPR, Jakarta.
Irianto, E.W., M, Haerudin & Karunia, L. 2025. Analisis peningkatan kompetensi pengelola bendungan sebagai aset negara secara berkelanjutan. Jurnal Kewidyaiswaraan. 10(1). LAN RI, Jakarta.
Irianto, E.W. 2025. Naskah Orasi Ilmiah: Strategi Peningkatan Kompetensi SDM Pengelola Bendungan Secara Terpadu Melalui Pelatihan, Transfer Pengetahuan dan Teknologi Pemantauan Mendukung Ketahanan Air Pangan dan Energi Nasional. LAN RI. November 2025
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. (2016). Standar kompetensi kerja nasional Indonesia (SKKNI) untuk jabatan ahli teknik bendungan besar. Jakarta.
Koyari, E., Efendi, S. S., & Nugraha, M. (2024). Pengelolaan bendung Manganti sebagai aset berharga pendukung upaya ketahanan pangan nasional. Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy.
Marques, L., & Silva, M. J. (2019). Real-time monitoring systems for dam safety. Journal of Water Resources Engineering, 145(3), 45-58.
Melinda, F., & Sari, R. (2025). Pembangunan bendungan: Peranan dan tantangan dalam pengendalian banjir. Pusat Analisis Keparlamenan, Badan Keahlian DPR RI, Jakarta.
Nonaka, I., & Takeuchi, H. (1995). The knowledge-creating company. Oxford University Press.
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum. (2010). Nomor 07/PRT/M/2010 tentang pemberlakuan SKKNI sektor jasa konstruksi. Jakarta.
Rosytha, A., & Suryana, W. M. (a) (2023). Peran unit pengelola bendungan dalam pengelolaan bendungan berkelanjutan di satker OP BBWS Brantas: Studi kasus UPB bendungan Bajulmati dan bendungan Nipah. Publikasi Riset Orientasi Teknik Sipil, Universitas Muhammadiyah Surabaya.
Wibisono, E. (2020). Peran Unit Pengelola Bendungan dalam pengelolaan bendungan berkelanjutan di satker OP BBWS Brantas (Studi kasus UPB bendungan). BBWS Brantas, Surabaya.